Zona merah kembali menyelimuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka anjlok di bawah level psikologis 6.000 pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi. Penurunan tajam ini memperpanjang tren negatif pasar modal domestik setelah akumulasi penyusutan nilai indeks sepanjang tahun 2026 kini telah menembus angka 32,24 persen.
Berdasarkan data RTI pukul 9.05 WIB, indeks saham domestik tersebut langsung terkoreksi sebesar 86 poin atau turun 1,46 persen ke posisi 5.854. Tekanan jual langsung melanda sejak awal prapembukaan mengingat IHSG sebelumnya sempat dibuka pada level 5.919.
Pergerakan nilai indeks pada jam pertama perdagangan pagi ini terus berfluktuasi dengan batas atas tertinggi mencapai level 5.924, sementara titik terendah melosot hingga menyentuh level 5.852. Perdagangan yang berlangsung melibatkan perputaran 1,95 miliar lembar saham yang ditransaksikan sebanyak 143.258 kali.
Aktivitas transaksi di lantai bursa mencatatkan nilai total perdagangan yang mencapai Rp 1,18 triliun pada awal sesi. Kondisi pasar modal secara keseluruhan didominasi oleh tren penurunan yang masif dengan rincian sebanyak 415 saham melemah, 166 saham bergerak stagnan, dan hanya 100 saham yang mampu menguat.
Pelemahan ini menambah akumulasi kerugian bagi para investor bursa dalam jangka panjang. Statistik pergerakan memperlihatkan bahwa IHSG sudah menyusut sebesar 5,59 persen dalam kurun waktu lima hari perdagangan terakhir dan melosot hingga 17,49 persen dalam satu bulan.
Kemerosotan pasar modal ini juga terpotret dalam jangka waktu menengah hingga panjang. Bursa Efek Indonesia mencatat nilai IHSG terpangkas sebanyak 28,65 persen secara tiga bulanan serta mengalami penurunan hingga 30,20 persen jika dihitung secara enam bulanan.