Bursa Malaysia Batasi Dampak Penurunan Harga CPO KPBN Inacom

Bursa Malaysia Batasi Dampak Penurunan Harga CPO KPBN Inacom

Aktivitas perdagangan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives bergerak stagnan akibat pengaruh sentimen pasar yang saling tarik-menarik pada Rabu (20/5/2026). Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan harga tender CPO di dalam negeri yang dicatat oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom hingga mengalami withdraw atau penarikan kembali.

Berdasarkan data Reuters, nilai kontrak acuan CPO untuk masa pengiriman Agustus 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup melemah tipis sebesar RM2 per ton atau berkurang sekitar 0,04 persen menjadi RM4.583 per ton. Situasi tersebut dipicu oleh rencana pembentukan badan pengelola ekspor komoditas di Indonesia serta penurunan performa ekspor komoditas serupa dari Malaysia.

Laporan berkala dari surveyor kargo menunjukkan volume ekspor produk minyak sawit asal Malaysia untuk masa perdagangan 1 hingga 20 Mei mengalami penurunan berkisar antara 13,9 persen hingga 20,5 persen dibanding periode yang sama pada bulan sebelumnya. Saat ini pasar sedang mencermati respons dari langkah pemerintah Indonesia terkait pengelolaan komoditas strategis nasional karena regulasi baru diprediksi dapat merubah peta pasokan minyak sawit di tingkat global terutama jika membatasi volume penjualan ke luar negeri.

Sementara itu, pasar minyak nabati kompetitor menunjukkan pergerakan positif dengan kenaikan kontrak minyak kedelai yang paling aktif di Bursa Dalian sebesar 1,31 persen, disusul penguatan kontrak minyak sawit Dalian sebesar 1,44 persen, serta kenaikan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) sebesar 0,24 persen.

Di dalam negeri, laporan dari KPBN yang dilansir InfoSAWIT mencatat tender CPO mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi sebesar Rp14.500 per kilogram pada Rabu (20/5/2026). Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp888 per kilogram atau melemah sekitar 5,77 persen jika dibandingkan dengan harga CPO pada Selasa (19/5/2026) yang menembus Rp15.388 per kilogram.

Harga CPO Franco Dumai awalnya dibuka pada angka Rp15.500 per kilogram sebelum akhirnya mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp14.500 per kilogram. Untuk wilayah FOB Talang Duku ditetapkan sebesar Rp15.188 per kilogram, dan Loco Parindu ditutup dengan penawaran tertinggi Rp14.850 per kilogram setelah dibuka Rp15.038 per kilogram.

Berikut adalah rincian data harga tender CPO berdasarkan rilis komoditas tersebut:

LokasiHarga Pembukaan (WD)Penawaran Tertinggi / Pemenang
Franco DumaiRp 15.500Rp 14.500 - IVT FOB ITT Palopo (No Bidder)
Loco ParinduRp 15.150Rp 11.010 - MNA
FOB PalembangRp 30.555Rp 29.600 - AMJP Franco Belawan Rp 15.311 - ASD

Artikel terkait

Rekomendasi