Bursa Saham AS Melonjak Usai Tekanan Pasar Obligasi Mereda

Bursa Saham AS Melonjak Usai Tekanan Pasar Obligasi Mereda

Bursa saham Amerika Serikat bangkit secara signifikan pada hari Rabu setelah tekanan dari pasar obligasi mereda dan harga minyak mentah dunia mengalami penurunan. Lonjakan ini dipimpin oleh saham-saham sektor teknologi menjelang rilis laporan keuangan kuartalan produsen cip Nvidia.

Indeks S&P 500 naik 1,1 persen mendekati rekor tertingginya, sementara Dow Jones Industrial Average melonjak 645,47 poin atau 1,31 persen ke level 50.009,35. Indeks Nasdaq komposit juga menguat 1,54 persen untuk mengakhiri sesi perdagangan di posisi 26.270,36.

Dilansir dari AP News dan CNBC, penurunan imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun menjadi 4,57 persen memberikan kelegaan bagi investor global. Sebelumnya, kekhawatiran inflasi akibat konflik Iran sempat memicu spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi menaikkan suku bunga pada tahun 2026.

Sentimen pasar membaik setelah harga minyak mentah Brent merosot 5,6 persen menjadi 105,02 dolar AS per barel. Penurunan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump bahwa pemerintah berada dalam tahap akhir negosiasi dengan pihak Iran untuk memulihkan pengiriman minyak di Teluk Persia.

Mayoritas pejabat bank sentral AS dalam risalah pertemuan terakhir mengindikasikan kesiapan untuk mengambil tindakan moneter jika tekanan harga terus berlanjut di atas target.

"A majority of participants highlighted, however, that some policy firming would likely become appropriate if inflation were to continue to run persistently above 2 percent." kata risalah rapat Federal Reserve.

Di sektor korporasi, saham Nvidia menguat lebih dari 1 persen sebelum merilis laporan laba bersih dan pendapatan kuartal pertama yang melampaui estimasi analis pasar. Performa positif ini turut mendorong kenaikan saham pembuat perangkat keras AI lainnya seperti Advanced Micro Devices sebesar 8,1 persen.

Pakar strategi keuangan menilai hasil kinerja Nvidia memegang peranan krusial dalam menentukan arah pergerakan pasar saham secara keseluruhan.

"Nvidia is the most important AI stock, and since so much of the stock market's gains over the past few years have been driven by the incredible capabilities of AI, the outcome of Wednesday's earnings report means everything for this market," kata James Demmert, chief investment officer di Main Street Research.

Demmert menambahkan bahwa ekspektasi pelaku pasar sedikit tertahan meskipun saham Nvidia telah melonjak lebih dari 1.400 persen dalam lima tahun terakhir.

"The sticking points in Nvidia's earnings report are any signs of margin compression due to rising memory prices, along with how the company is navigating sales in China," kata James Demmert, chief investment officer di Main Street Research.

Di sisi lain, saham peritel Target melemah 3,9 persen meskipun mencatatkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi. Langkah efisiensi dan transformasi pendapatan saat ini tengah dipimpin oleh CEO baru Target, Michael Fiddelke.

Artikel terkait

Rekomendasi