Bursa Saham AS Raih Rekor Tertinggi Dipicu Laba Perusahaan

Bursa Saham AS Raih Rekor Tertinggi Dipicu Laba Perusahaan

Bursa saham Amerika Serikat mencetak rekor tertinggi baru pada Kamis setelah lonjakan laba kuartal pertama tahun 2026 dari berbagai perusahaan besar melampaui ekspektasi analis dan meredam kekhawatiran inflasi. Penguatan Wall Street ini juga didorong oleh laporan adanya draf kesepakatan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dalam perang dengan Iran.

Data dari Associated Press menunjukkan indeks S&P 500 menguat 0,58 persen ke level rekor 7.563,63, sementara Nasdaq Composite melonjak 0,91 persen ke posisi 26.917,47. Indeks Dow Jones Industrial Average turut meningkat tipis 0,05 persen menjadi 50.668,97, yang melengkapi pencapaian rekor baru bagi ketiga indeks utama tersebut.

Lonjakan saham sektor teknologi menjadi motor utama pergerakan pasar setelah penyedia platform data berbasis awan, Snowflake, membukukan kinerja keuangan yang melampaui estimasi. Saham Snowflake melonjak 36,5 persen menyusul rilis panduan fiskal kuartal kedua yang positif serta rencana pengeluaran sebesar 6 miliar dolar AS untuk Amazon Web Services selama lima tahun.

Kenaikan ini turut mengerek saham perangkat lunak dan cip, termasuk Qualcomm dan Advanced Micro Devices yang masing-masing meningkat 4,2 persen dan 4,6 persen. Di sektor ritel, saham Dollar Tree melonjak 17,9 persen akibat peningkatan margin keuntungan, sementara Kohl's melesat 20,6 persen dan Best Buy naik 15,8 persen setelah merilis laporan keuangan yang lebih baik dari kekhawatiran pasar.

Sentimen positif pasar sempat tertahan setelah harga minyak mentah West Texas Intermediate berfluktuasi dan mendarat di 88,90 dolar AS per barel, sementara minyak Brent turun ke 93,71 dolar AS per barel. Fluktuasi terjadi menyusul klaim Korps Garda Revolusi Iran yang menargetkan pangkalan udara AS, setelah militer AS meluncurkan serangan baru terhadap situs militer di Iran.

Pasar kemudian bergerak ke level tertinggi harian setelah Axios melaporkan bahwa negosiator AS dan Iran menyetujui nota kesepahaman untuk memperpanjang gencatan senjata demi membuka kembali Selat Hormuz. Meski demikian, kesepakatan tersebut masih memerlukan persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump yang meminta waktu beberapa hari untuk mempertimbangkannya.

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury 10-tahun melandai ke angka 4,45 persen dari sebelumnya 4,48 persen, yang sedikit mengurangi tekanan terhadap inflasi domestik. Departemen Perdagangan AS melaporkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi naik 0,4 persen pada April, lebih rendah dari prediksi ekonom sebesar 0,5 persen, meskipun inflasi tahunan tetap bertahan di angka 3.8 persen.

Laporan survei mingguan dari American Association of Individual Investors menunjukkan persentase investor ritel yang bersikap bearish bertahan di atas rata-rata historis selama 16 minggu berturut-turut pada angka 41,9 persen. Sebaliknya, sentimen bullish merangkak naik ke posisi 35,6 persen meskipun masih berada di bawah rata-rata historis sebesar 37.5 persen.

Pada perdagangan semalam menjelang hari Jumat, kontrak berjangka saham AS bergerak sedikit melemah karena pelaku pasar menanti pembaruan resmi terkait persetujuan gencatan senjata. Kontrak berjangka Nasdaq 100 turun 0,16 persen, S&P 500 melemah 0,03 persen, sedangkan kontrak berjangka Dow bergerak mendatar.

"The market has been expecting some type of MOU — memorandum of understanding — here," kata David Wagner, kepala ekuitas di Aptus Capital Advisors.

Menurut penjelasan Wagner, pelaku pasar akan melihat saham-saham sektor diskresioner bergerak naik sebagai reaksi spontan pertama terhadap berita tersebut, yang kemudian dapat mendorong pasar bergejolak lebih tinggi.

"From a pure technical perspective, if we had to own one here, our money is on Small Caps," tulis Rob Ginsberg, analis Wolfe Research.

Ginsberg menambahkan bahwa perusahaan kapitalisasi kecil telah mencapai rekor tertinggi dan indikator teknis menunjukkan potensi keuntungan lebih lanjut karena momentumnya berbalik positif.

Hasil Penutupan Indeks Utama Pasar Saham AS
IndeksPergerakanPosisi Penutupan
Dow Jones Industrial Average0,05%50.668,97
S&P 5000,58%7.563,63
Nasdaq Composite0,91%26.917,47

Artikel terkait

Rekomendasi