Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat dilaporkan menguat mendekati rekor tertinggi pada perdagangan Selasa (26/5/2026) karena terdorong oleh optimisme pasar terhadap sektor kecerdasan buatan atau AI. Lonjakan sektor teknologi ini berhasil meredam kekhawatiran investor terhadap tensi geopolitik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah, seperti dilansir dari Investasi.
Pergerakan indeks utama bursa saham Amerika Serikat tersebut tetap berada di zona hijau walaupun para pelaku pasar masih terus memantau kelanjutan negosiasi damai setelah adanya serangan militer Amerika Serikat ke Iran. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan bahwa kesepakatan dengan Teheran diperkirakan baru bisa tercapai dalam beberapa hari mendatang.
Sementara itu, pihak Teheran dilaporkan sedang mengupayakan pencairan dana milik Iran sebesar US$ 24 miliar yang saat ini dibekukan di luar negeri menurut laporan kantor berita Iran Tasnim. Kondisi ketidakpastian global juga ditambah dengan belum dibukanya kembali jalur pelayaran penting di Selat Hormuz.
Situasi pasar yang bergerak di antara sentimen positif dan risiko geopolitik ini turut mendapat perhatian dari analis keuangan. Perkembangan konflik dan dampaknya terhadap komoditas menjadi fokus utama pengamatan saat ini.
"Ada fokus untuk mencari jalan keluar dari perang ini, tetapi pasar juga memahami bahwa harga energi dan inflasi membutuhkan waktu untuk kembali normal," ujar Art Hogan, Chief Market Strategist B Riley Wealth.
Sektor energi mencatat kenaikan harga minyak Brent hingga mencapai 2,7%, namun posisinya terpantau masih bertahan di bawah level US$ 100 per barel. Di sektor ekuitas, saham-saham semikonduktor berbasis teknologi AI menjadi penggerak utama penguatan bursa Wall Street.
Saham Micron Technology tercatat melonjak sebesar 13,3%, yang kemudian diikuti oleh kenaikan saham Marvell Technology sebesar 7,4%. Selain itu, saham perusahaan teknologi besar seperti Intel dan Qualcomm juga mengalami penguatan masing-masing sebesar 1,6%, sementara indeks semikonduktor Philadelphia melesat 4,1% ke rekor tertinggi sepanjang masa.
Pada perdagangan pukul 10.02 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 73,76 poin atau 0,15% ke level 50.653,46. Indeks S&P 500 juga menguat 0,71% menjadi 7.526,81, sedangkan indeks Nasdaq Composite mencatat kenaikan 1,12% ke posisi 26.639,85.
Kenaikan bursa saham ini juga didukung oleh pergerakan delapan dari 11 sektor utama di S&P 500 yang dipimpin oleh sektor teknologi informasi sebesar 1,5%. Sektor antariksa ikut bergairah dengan lonjakan saham Intuitive Machines sebesar 16%, serta Planet Labs dan Rocket Lab yang masing-masing naik 13,5% dan 5%.
Aktivitas pasar saham yang positif ini berjalan beriringan dengan rilis laporan keuangan kuartal I-2026 yang melampaui estimasi awal. Data dari LSEG menunjukkan pertumbuhan laba perusahaan diperkirakan menembus 29% secara tahunan, naik signifikan dari proyeksi bulan lalu yang hanya sebesar 16,1%.
Di bidang kebijakan fiskal, Kevin Warsh telah resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve pada Jumat lalu. Pelantikan ini berlangsung di tengah kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak dunia, sehingga pasar memproyeksikan The Fed akan menahan suku bunga dengan peluang kenaikan 25 basis poin pada Desember 2026.