PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten infrastruktur milik grup Prajogo Pangestu, resmi menetapkan pembagian dividen tunai perdana tahun buku 2025 senilai US$40 juta atau setara Rp5,56 per saham pada Rabu, 13 Mei 2026. Keputusan distribusi laba ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 8 Mei 2026 pasca-lonjakan kinerja keuangan perseroan.
Data dari portal7.co.id menunjukkan emiten ini mencatatkan laba bersih sebesar US$121,05 juta sepanjang 2025, atau tumbuh drastis sebesar 285,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan profitabilitas tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai angka US$148,03 juta seiring ekspansi bisnis infrastruktur dan utilitas yang agresif.
Corporate Secretary CDIA, Merly, memberikan konfirmasi mengenai besaran dana yang dialokasikan perusahaan untuk para investor dalam keterbukaan informasi terbaru.
"Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sebesar US$40.000.000 atau setara Rp5,56 per saham," ungkap Merly, Corporate Secretary CDIA.
Berdasarkan laporan kabarbursa.com, nilai dividen tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 0,52 persen jika mengacu pada harga penutupan pasar terakhir di level Rp1.060 per saham. Meski tergolong kecil, aksi korporasi ini menjadi tonggak sejarah karena merupakan pembagian laba pertama sejak CDIA melantai di bursa pada 9 Juli 2025 dengan harga perdana Rp190.
Manajemen juga telah menyusun jadwal distribusi dividen yang akan dimulai dengan periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 20 Mei 2026, diikuti periode ex dividen pada 21 Mei 2026. Merly menegaskan kepastian waktu pembayaran kepada seluruh pemegang saham yang tercatat dalam daftar.
"Tanggal pembayaran dividen tunai CDIA dijadwalkan pada 9 Juni 2026," tambah Merly, Corporate Secretary CDIA.
Sebelum pembagian dividen final ini, perseroan diketahui telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp1,34 per saham pada Januari 2026. Langkah ini mempertegas posisi keuangan CDIA yang tetap kuat meskipun harga sahamnya telah melonjak lebih dari lima kali lipat sejak masa penawaran umum perdana.
| Indikator IPO | Data Historis |
|---|---|
| Harga IPO | Rp190 per saham |
| Nilai Penawaran Umum | Rp2,37 triliun |
| Jumlah Saham Publik | 12,48 miliar saham |
| Porsi Free Float | 9,90 persen |
Proses pembayaran dividen akan dilakukan melalui mekanisme Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan pemindahbukuan langsung bagi pemegang saham warkat. Manajemen memastikan bahwa distribusi keuntungan ini telah dikoordinasikan dengan otoritas bursa dan tidak akan mengganggu kelangsungan operasional maupun rencana ekspansi strategis perusahaan di masa depan.