Bursa Kripto CFX resmi meluncurkan Indeks CFX10 dalam rangkaian puncak acara CFX Crypto Conference 2026 di Indonesia sebagai indikator baru bagi investor untuk memantau pergerakan pasar aset digital nasional.
Peluncuran indeks baru yang bertepatan dengan perayaan hari jadi ketiga PT Central Finansial X ini, sebagaimana dilansir dari Suara, dirancang untuk memperkuat infrastruktur pasar sekaligus meningkatkan kualitas informasi bagi para pelaku industri.
Pengembangan instrumen ini diharapkan mampu memberikan rujukan yang lebih terukur bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang dinamis.
Direktur Utama CFX, Subani menyatakan bahwa kehadiran produk terbaru ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi ekosistem aset digital di tanah air.
"Ini merupakan suatu produk, yang ditujukan untuk industri dan para investor sebagai acuan melihat perkembangan industri kripto dan pergerakan market," ujar Subani, Direktur Utama CFX.
Langkah inovatif ini juga diposisikan sebagai strategi utama dalam memperkuat daya saing industri kripto domestik agar mampu berkompetisi di tingkat global.
"CFX telah berkomitmen untuk terus berinovasi dan melahirkan produk-produk yang sangat baik dan berguna untuk industri kripto Indonesia," kata Subani, Direktur Utama CFX.
Momentum peluncuran ini dinilai sangat tepat seiring dengan semakin kuatnya pondasi regulasi di Indonesia, terutama setelah pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
"Dalam kerangka regulasi, Indonesia sudah terdepan dibanding negara lain. Pengaturan kripto di Indonesia sudah dalam level tertinggi di undang-undang. Kami bersama seluruh ekosistem industri kripto siap mengawal agar implementasi dan penerapannya bisa berjalan mulus sesuai amanat yang diberikan," ujar Subani, Direktur Utama CFX.
Selain memperkenalkan indeks baru, konferensi tahunan ini juga memfasilitasi diskusi strategis mengenai penguatan infrastruktur, peningkatan literasi masyarakat, serta penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah perguruan tinggi untuk pengembangan riset.
Agenda besar ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Ketua Komisi 11 DPR RI Muhammad Misbahkun, Ketua Komisi 3 DPR RI Habibur Rahman, Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI Budi Jiwandono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Julkipri Hasan, dan Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Turut hadir pula jajaran pejabat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Duta Besar Korea untuk Republik Indonesia Yun Sunggu.