Chandra Asri Pacific Akhiri Status Force Majeure Pasokan Polimer

Chandra Asri Pacific Akhiri Status Force Majeure Pasokan Polimer

PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, secara resmi telah mengakhiri status force majeure atau keadaan kahar pada pasokan polimernya. Langkah ini diambil seiring dengan pulihnya stabilitas kondisi operasional perusahaan.

Keputusan pencabutan status tersebut dilakukan setelah perseroan berhasil menjalankan berbagai strategi untuk menjaga keberlangsungan produksi. Upaya ini dilakukan di tengah berbagai tantangan yang melanda rantai pasok global, sebagaimana dikutip dari Ekonomi.

Guna mengatasi masa krisis, TPIA melakukan langkah proaktif dengan mengamankan bahan baku alternatif dari pasar internasional. Perseroan juga mengoptimalkan fasilitas kilang yang berada di Singapura serta memperluas jangkauan pengadaan bahan baku hingga ke Amerika Serikat (AS).

Namun, proses pengamanan pasokan dari AS ini menghadapi tantangan signifikan pada aspek logistik dan biaya. Waktu pengiriman bahan baku dari Amerika Serikat membutuhkan durasi sekitar 50 hingga 70 hari, yang jauh lebih lama dibandingkan pasokan dari Timur Tengah yang hanya memakan waktu 15 sampai 20 hari.

Selain kendala waktu, harga nafta dari Amerika Serikat juga tercatat lebih mahal. Terdapat selisih harga sekitar US$150 hingga US$200 per metrik ton jika dibandingkan dengan bahan baku yang berasal dari wilayah Timur Tengah.

Suryandi, Direktur Human Resources dan Corporate Affairs Chandra Asri Group, menjelaskan bahwa prioritas utama perseroan saat ini adalah menjamin keandalan pasokan bahan baku bagi sektor industri di dalam negeri. Sektor-sektor tersebut mencakup industri pengemasan, otomotif, konstruksi, hingga kesehatan.

"Prioritas kami memastikan industri domestik terus memperoleh bahan baku yang dibutuhkan. Kami mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga pasokan tetap andal," ucapnya dalam keterangan resmi pada Selasa (5/5/2026).

Dalam rangka memperkuat keandalan di masa mendatang, TPIA akan memprioritaskan produksi etilena dari fasilitas olefin cracker untuk memenuhi kebutuhan internal pabrik polimer mereka sendiri. Kebijakan ini juga dirancang untuk mendukung optimalisasi produksi polipropilena (PP) dan polietilena (PE).

TPIA juga meningkatkan sinergi operasional melalui dukungan monomer dan etilena dari fasilitas grup yang berlokasi di Singapura. Strategi ini diharapkan mampu memberikan fleksibilitas operasional yang lebih baik bagi perusahaan.

Di sisi lain, perseroan berupaya memperkokoh ketahanan operasional terhadap fluktuasi pasar minyak dunia melalui diversifikasi pasokan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan kemitraan strategis dengan berbagai pihak global.

Terkait strategi tersebut, TPIA telah menjalin kerja sama dengan Glencore. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas sumber bahan baku sekaligus meminimalisir ketergantungan pada jalur pasokan tradisional yang dinilai rentan terhadap gangguan.

Artikel terkait

Rekomendasi