Trump Klaim China Sepakat Impor Minyak dari Amerika Serikat

Trump Klaim China Sepakat Impor Minyak dari Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan China untuk membeli minyak dari Amerika Serikat demi memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara pada Kamis (15/5/2026). Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping di Beijing yang membahas isu perdagangan dan geopolitik.

Dilansir dari Money, kesepakatan ini mengarahkan China untuk mulai mendatangkan komoditas energi dari pusat produksi utama di Amerika Serikat. Trump merujuk pada beberapa wilayah strategis seperti Texas, Louisiana, dan Alaska sebagai pemasok utama kebutuhan energi Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Mereka sepakat ingin membeli minyak dari Amerika Serikat. Mereka akan datang ke Texas dan kami akan mulai mengirim kapal-kapal China ke Texas, Louisiana, dan Alaska," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari itu tidak hanya membahas urusan dagang, tetapi juga mencakup topik sensitif mengenai Taiwan dan ketegangan dengan Iran. Trump juga mengeklaim adanya kesediaan China untuk membantu proses negosiasi terkait Iran, termasuk komitmen untuk tidak mengirimkan peralatan militer ke negara tersebut.

Presiden Amerika Serikat itu menekankan bahwa Xi Jinping memiliki kepentingan untuk menjaga jalur distribusi energi dunia tetap stabil dan efisien. Hal ini berkaitan dengan posisi China sebagai konsumen energi yang sangat besar di tingkat global.

"China memiliki kebutuhan energi yang tidak pernah terpuaskan, sementara kami memiliki energi tanpa batas," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump memaparkan keunggulan kapasitas energi domestik Amerika Serikat yang kini berada di posisi puncak dunia. Data dari U.S. Energy Information Administration menunjukkan produksi minyak dan bahan bakar cair AS mencapai 23,6 juta barel per hari pada 2025, melampaui gabungan produksi Arab Saudi dan Rusia.

Produksi Minyak Bumi dan Bahan Bakar Cair Tahun 2025
NegaraProduksi (Juta Barel Per Hari)
Amerika Serikat23,6
Arab Saudi11,21
Rusia10,53

Meskipun ada klaim kesepakatan baru, realitas perdagangan energi antara kedua negara sempat mengalami tekanan hebat dalam periode sebelumnya. Ekspor minyak mentah dan produk petroleum dari Amerika Serikat ke China dilaporkan menyusut 25 persen secara tahunan menjadi 237,8 juta barel sepanjang 2025.

Penurunan paling drastis terlihat pada sektor minyak mentah yang volumenya anjlok hingga 95 persen jika dibandingkan dengan angka tahun 2023. Di sisi lain, China masih mempertahankan ketergantungan pada pasokan dari Iran dengan menyerap sekitar 90 persen total ekspor minyak mentah negara tersebut.

Pemerintah China melalui keterangan resmi pada Jumat (16/5/2026) memberikan respons yang lebih diplomatis terkait hasil pertemuan tingkat tinggi tersebut. Beijing menyatakan bahwa dialog antar-pemimpin telah membangun konsensus baru untuk stabilitas strategis hubungan bilateral di masa depan.

Analisis dari pakar hubungan internasional melihat fokus pada komoditas seperti minyak dan hasil tani mencerminkan pergeseran posisi tawar Washington terhadap Beijing. Senior Fellow Council on Foreign Relations, Rush Doshi, mencermati kecenderungan Amerika Serikat yang semakin berperan sebagai pemasok komoditas bagi pasar China.

Pandangan mengenai hasil pertemuan ini juga datang dari kalangan pengamat kebijakan yang menilai interaksi tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi jangka pendek. Namun, tantangan persaingan tetap menjadi batasan yang nyata bagi kedua raksasa ekonomi dunia tersebut.

"Setiap pihak sama-sama membutuhkan stabilitas saat ini, tetapi itu tidak berarti mereka akan menjadi sahabat dekat," ujar Wendy Cutler, Wakil Presiden Asia Society Policy Institute.

Agenda kunjungan ini diakhiri dengan sesi ramah tamah dan makan siang kerja di kawasan Zhongnanhai. Usai penutupan rangkaian pertemuan tersebut, Trump memberikan penilaian yang sangat positif terhadap hasil diskusi yang telah dilakukan bersama delegasi China.

Artikel terkait

Rekomendasi