PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) saat ini tengah memproses Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I dengan target dana sebesar Rp5 triliun untuk mendukung pertumbuhan bisnis, dilansir dari Keuangan pada Selasa (2/6/2026).
Presiden Direktur CNAF Ristiawan menyampaikan bahwa pelaksanaan penerbitan obligasi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kebutuhan pendanaan perusahaan, kondisi pasar obligasi, serta tingkat suku bunga yang berlaku.
Sebelumnya, perusahaan juga telah menerbitkan sukuk yang alokasi dananya ditujukan untuk memperkuat pembiayaan berbasis syariah.
"Adapun dana hasil penerbitan sukuk tersebut digunakan untuk mendukung pertumbuhan portofolio pembiayaan syariah," ungkap Ristiawan, Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance.
Langkah penawaran obligasi ini juga disesuaikan dengan manajemen risiko keuangan internal perusahaan, khususnya terkait masa berlaku kewajiban finansial serta efisiensi modal.
"Selain itu, mempertimbangkan profil jatuh tempo liabilitas perusahaan, serta efisiensi biaya pendanaan dibandingkan dengan alternatif sumber dana lainnya," tutur Ristiawan, Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance.
Strategi diversifikasi ini memberikan fleksibilitas bagi CNAF untuk memilih instrumen yang paling kompetitif. Kebijakan tersebut juga dirancang demi menjaga struktur pendanaan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan.
Mengenai situasi pasar, tren kupon obligasi pada tahun 2026 tercatat mengalami kecenderungan meningkat yang dipengaruhi oleh pergerakan suku bunga acuan serta yield obligasi di pasar. Sejumlah penerbit obligasi korporasi bahkan menawarkan kupon lebih tinggi dari periode sebelumnya demi memikat investor.
"Bagi CNAF, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan waktu penerbitan maupun struktur tenor obligasi," ucap Ristiawan, Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance.
Perusahaan menegaskan tidak akan bergantung penuh pada satu jenis instrumen saja karena memiliki opsi pendanaan lain seperti pinjaman perbankan, joint financing, hingga pasar modal.
"Dengan strategi pendanaan yang terdiversifikasi tersebut, dampak kenaikan kupon obligasi terhadap cost of fund dan kinerja perusahaan dapat dikelola dengan baik," kata Ristiawan, Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance.
CNAF diuntungkan oleh sokongan finansial yang kuat dari induk usaha beserta para kreditur, sehingga manajemen memiliki ruang untuk lebih selektif dalam mengeksekusi penerbitan obligasi.
Berdasarkan data dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), sektor multifinance secara umum mencatatkan pertumbuhan positif dengan nilai penerbitan surat utang mencapai Rp12,93 triliun per Mei 2026, atau melonjak 19,3% dari Rp10,84 triliun pada periode yang sama tahun lalu.