PT Bank CIMB Niaga Tbk berkomitmen memperkuat layanan Commercial Banking untuk mendukung ekspansi bisnis nasabah perusahaan skala menengah hingga besar di Indonesia. Langkah ini diambil seiring prospek positif pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan bisnis yang kompleks, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Segmen perbankan komersial ini bertujuan membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis serta mengelola operasional secara lebih efisien. Pihak perseroan berfokus pada penyediaan solusi transaksi dan pembiayaan yang berkelanjutan.
"Segmen ini melayani perusahaan skala medium hingga besar yang membutuhkan pembiayaan dan layanan transaksi dengan kompleksitas lebih tinggi," ujar Head of Commercial Banking CIMB Niaga Christian Prajitno.
Permintaan pembiayaan untuk ekspansi usaha dinilai masih besar karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil. Strategi perseroan berfokus pada pemahaman kebutuhan nasabah dan menjaga kualitas aset berkelanjutan.
"Selama ekonomi Indonesia terus tumbuh, kebutuhan ekspansi bisnis juga akan meningkat. Karena itu kami terus memperkuat solusi pembiayaan dan transaksi bagi nasabah," kata Christian Prajitno.
Sektor manufaktur, perdagangan, dan agribisnis menjadi penopang utama portofolio komersial ini. Industri pengolahan atau manufaktur tercatat sebagai salah satu kontributor pembiayaan tertinggi.
"Industri pengolahan masih menjadi salah satu kontributor terbesar. Permintaan pembiayaan di sektor ini masih cukup kuat," ujar Christian Prajitno.
Dukungan pembiayaan juga diarahkan ke sektor logistik dan industri barang konsumsi. Selain pembiayaan, perseroan menyediakan solusi cash management, payroll, hingga sistem pembayaran digital.
"Perusahaan cukup melakukan satu kali proses, dan gaji bisa langsung diterima oleh ribuan karyawan secara bersamaan. Ini membuat proses lebih efisien dan akurat," kata Christian Prajitno.
Pengelolaan arus kas nasabah turut dipermudah melalui fitur virtual account dan cash pooling. Pendekatan layanan ditekankan pada solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnis nasabah.
"Kami ingin memastikan solusi yang kami berikan bisa membantu nasabah meningkatkan revenue sekaligus mengoptimalkan biaya operasional bisnis mereka," ujar Christian Prajitno.
Integrasi layanan keuangan digital diwadahi melalui platform OCTOBIZ yang dapat diakses via website dan aplikasi mobile dengan login biometrik. Platform ini mengelola arus kas, transaksi domestik serta internasional, hingga supply chain financing.
"Dengan OCTOBIZ, nasabah dapat mengelola cash flow dan transaksi bisnis secara online dengan tampilan yang lebih intuitif, aman, dan mudah digunakan," kata Christian Prajitno.
Pengembangan pendekatan berbasis ekosistem juga dilakukan untuk menghubungkan pemasok hingga pembeli dalam rantai bisnis. Langkah ini dirancang demi menciptakan peluang usaha baru.
"Nasabah yang menjadi anchor dapat terhubung dengan buyer dan supplier dalam satu ekosistem bisnis sehingga tercipta peluang usaha baru sekaligus efisiensi transaksi," ujarnya.
Penerapan keuangan berkelanjutan turut didorong melalui inisiatif ekosistem GreenBizReady untuk transformasi bisnis ramah lingkungan. Perseroan juga bermitra untuk membantu nasabah menghitung emisi karbon dan mendorong penggunaan energi terbarukan.
Strategi ke depan akan difokuskan pada penguatan bisnis berbasis potensi ekonomi daerah, seperti sektor agribisnis kelapa sawit, kopi, dan karet di Sumatera. Pengembangan ini disesuaikan dengan kekuatan industri masing-masing wilayah.
"Setiap region memiliki kekuatan industrinya masing-masing. Karena itu kami menyesuaikan strategi pembiayaan dengan potensi ekonomi di setiap daerah," tutup Christian Prajitno.