Cuaca Buruk Melanda Bogor Mengakibatkan Bangunan Ambruk dan Banjir

Cuaca Buruk Melanda Bogor Mengakibatkan Bangunan Ambruk dan Banjir

Cuaca buruk berupa hujan berintensitas tinggi dan angin kencang melanda wilayah Kabupaten dan Kota Bogor pada Senin, 18 Mei 2026 malam, hingga mengakibatkan rumah warga ambruk, tembok pembatas roboh, dan banjir di sejumlah perumahan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan satu unit rumah warga di Desa Bojong, Kecamatan Kemang, mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan dinding sekitar pukul 22.00 WIB karena tidak mampu menahan hempasan angin.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani menjelaskan bahwa cuaca ekstrem tersebut berlangsung dalam durasi yang cukup lama di wilayah tersebut.

"Hujan deras disertai angin dalam waktu yang cukup lama menyebabkan rumah mengalami kerusakan pada bagian seluruh atap rumah dan dinding karena terbawa angin," ujar M. Adam Hamdani, Selasa (19/5/2026).

Akibat kerusakan total tersebut, satu keluarga yang terdiri dari lima orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah tidak lagi dapat dihuni, meski dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka.

Sementara itu di wilayah Kota Bogor, hujan lebat memicu banjir luapan air yang merendam jalan utama Kompleks Tamansari Persada dengan ketinggian mencapai 60 hingga 80 sentimeter.

Arus air yang mengalir sangat cepat di kawasan perumahan tersebut membuat petugas keamanan setempat sempat tertahan di dalam pos penjagaan.

Petugas keamanan kompleks, Amir memberikan kesaksian mengenai cepatnya air naik tak lama setelah hujan deras mengguyur.

"Langsung cepat, menurut saya itu cukup lebih besarlah gitu. Selang berapa menit langsung naik, naik, naik, naik, air," ujar Amir dilansir dari Mediakompeten.co.id.

Amir menambahkan bahwa beberapa area di depan pos penjagaan tergenang setinggi lutut orang dewasa dan warga terus menghubunginya untuk memantau akses kendaraan.

"Kalau di depan sini sedengkul, tuh seberang dalam situ sedengkul. Kalau di depan sini karena ada tiang, itu sedengkul orang dewasa," sambung Amir.

Pihak keamanan mengimbau warga yang berjalan kaki untuk menggunakan jalur tengah jalan guna menghindari boks kontrol saluran air yang bergeser akibat arus, sebelum genangan surut bertahap pada pukul 22.15 WIB.

"'Pak, banjir apa enggak?' Misalkan banjir, 'Kira-kira mobil bisa masuk apa enggak? Motor bisa enggak?' Kayak gitu biasanya. Biasanya warga tuh kalau sudah hujan lebat, pasti langsung hubungin kami," jelas Amir.

Amir mengonfirmasi situasi tinggi air saat dirinya berganti shift kerja malam itu.

"Saya pulang ganti shift kan, itu masih posisinya masih tinggi. Baru surut beberapa senti, ya lima atau 10 kurang lah," kata Amir.

Di tempat terpisah, banjir akibat luapan drainase yang tersumbat sampah juga menyebabkan tembok pembatas kompleks di kawasan Cimanggu Permai 1 RT 04/RW 09, Kelurahan Curugmekar, Kecamatan Bogor Barat runtuh dan menimpa fasilitas umum.

Komandan Regu Piket Regu 2 BPBD Kota Bogor, Heru Apriyansah memaparkan bahwa material roboh mengenai trotoar jalan dan halte di sekitar lokasi setelah petugas menerima laporan via WhatsApp.

"Hujan dengan intensitas tinggi ditambah saluran air yang tersumbat menyebabkan genangan dan berdampak pada ambruknya tembok pembatas di lokasi," ujar Heru Apriyansah dilansir dari rri.co.id.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusdalops-PB BPBD Kota Bogor bersama Pemadam Kebakaran, aparatur kelurahan, Babinsa, LPM, dan sekuriti Taman Yasmin segera melakukan penyemprotan jalan serta membuka sumbatan bak kontrol.

"Kami melakukan assessment, koordinasi bersama pihak terkait, membuka penyumbatan air di bak kontrol, hingga penyemprotan jalan setelah kondisi dinyatakan aman," katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi