Gadai ValueMax Indonesia Antisipasi Dampak Kenaikan Suku Bunga BI

Gadai ValueMax Indonesia Antisipasi Dampak Kenaikan Suku Bunga BI

PT Gadai ValueMax Indonesia mengantisipasi dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate sebesar 5,25 persen terhadap biaya dana operasional perusahaan serta daya beli masyarakat. Dampak penyesuaian kebijakan moneter tersebut dianalisis memicu lonjakan kebutuhan likuiditas di tengah masyarakat, seperti dilansir dari Keuangan pada Jumat (29/5/2026).

Pergeseran perilaku nasabah mulai terlihat sebagai respons dari tekanan ekonomi akibat suku bunga tinggi, meskipun permintaan terhadap produk gadai dinilai masih stabil. Karakteristik pembiayaan pergadaian yang berjangka pendek menjadi faktor utama penopang stabilitas permintaan tersebut.

“Bisnis pergadaian relatif tetap mampu bertahan karena produk gadai masih menjadi solusi pembiayaan cepat, mudah, dan fleksibel bagi masyarakat. Di sisi lain, kebutuhan likuiditas masyarakat justru cenderung meningkat pada periode suku bunga tinggi,” ujar Panji Parang Kunang, Manager Accounting Gadai ValueMax Indonesia.

Peningkatan biaya dana internal perusahaan akibat kebijakan ini menuntut pelaku industri pergadaian untuk mengoptimalkan efisiensi penyerapan pasar dan pengelolaan likuiditas. Manajemen risiko yang kuat didukung oleh keberadaan barang jaminan yang memadai menjadi instrumen mitigasi utama guna menekan potensi penurunan kemampuan bayar nasabah.

“Strategi perusahaan difokuskan pada penguatan manajemen risiko, menjaga kualitas pembiayaan, meningkatkan efisiensi operasional, diversifikasi produk, serta memperluas basis nasabah agar tetap kompetitif di tengah kondisi suku bunga yang masih tinggi,” tutur Panji Parang Kunang, Manager Accounting Gadai ValueMax Indonesia.

Hingga akhir tahun 2026, perseroan memproyeksikan pertumbuhan bisnis yang positif dengan menerapkan prinsip kehati-hatian yang ketat dalam menyalurkan pembiayaan.

Artikel terkait

Rekomendasi