Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara kini tengah mempersiapkan instrumen investasi baru bernama Merah Putih Bond. Langkah ini diambil menyusul pembahasan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK, seperti dilansir dari Finansial.
Surat utang khusus ini dirancang sebagai salah satu jalur penggalangan dana dari investor dalam negeri. Nantinya, modal yang terkumpul akan dialokasikan untuk membiayai proyek strategis nasional demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Merah Putih Bond menjadi opsi pembiayaan jangka panjang yang memiliki beberapa target utama. Instrumen ini bertujuan menghimpun modal domestik, menyokong pembangunan nasional, memperdalam pasar keuangan, serta menekan ketergantungan pada dana asing.
DPR RI telah menyetujui revisi UU P2SK pada Juni 2026 yang menjadi payung hukum penerbitan instrumen ini. Regulasi baru tersebut memberikan otoritas penuh kepada Danantara untuk merilis obligasi khusus, termasuk Patriot Bond.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa instrumen tersebut menjadi bagian dari upaya mobilisasi modal nasional untuk mendukung pembangunan dan investasi jangka panjang.
Terkait mekanisme kepemilikan, pemerintah menegaskan tidak ada paksaan bagi masyarakat untuk membeli obligasi ini. Penegasan tersebut sekaligus menepis isu yang beredar mengenai kewajiban beli bagi kelompok masyarakat atau pemilik aset tertentu.
Pemerintah lebih memilih untuk menyediakan berbagai insentif menarik agar para investor domestik berminat secara sukarela menanamkan modalnya di instrumen ini.
Perbedaan dengan Patriot Bond
Meski sama-sama menjadi instrumen surat utang komersial besutan Danantara, Merah Putih Bond memiliki fokus yang berbeda dengan Patriot Bond.
| Instrumen | Tujuan Utama |
|---|---|
| Patriot Bond | Mendorong partisipasi masyarakat dan pelaku usaha dalam pembangunan ekonomi nasional |
| Merah Putih Bond | Membiayai proyek strategis yang mendukung kemandirian dan pertumbuhan ekonomi Indonesia |
Secara umum, kehadiran Merah Putih Bond diproyeksikan mampu memberikan dampak positif bagi ekosistem finansial dalam negeri. Manfaatnya mencakup penambahan pos pendanaan Danantara hingga memperkuat pasar obligasi domestik.