Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengadakan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo untuk membahas strategi penanggulangan banjir lintas wilayah pada Senin (4/5/2026). Kerja sama ini ditekankan guna memperkuat sinergi antara wilayah hulu di Bogor dengan Jakarta sebagai area hilir.
Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, Dedie mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bogor memerlukan dukungan anggaran dari Jakarta untuk membangun infrastruktur pengendali air. Catatan resmi menunjukkan Pemkot Bogor terakhir kali menerima kucuran dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2018 silam.
Pemanfaatan bantuan dana masa lalu tersebut telah direalisasikan untuk membangun infrastruktur fisik guna menampung luapan air di wilayah utara Bogor.
"Di antaranya dimanfaatkan untuk pembangunan kolam retensi di Cibuluh di dekat Rusunawa ya," ujar Dedie di Batutulis, Kota Bogor, pada Kamis (7/5/2026).
Mantan pejabat KPK tersebut menilai stabilitas keuangan yang dimiliki Jakarta saat ini sangat memungkinkan untuk menyokong proyek-proyek pencegahan banjir di wilayah penyangga. Hal ini dipandang krusial mengingat aliran air dari Bogor berdampak langsung pada debit air di ibu kota.
"Nah jadi saya sampaikan bahwa dengan dekatnya, eratnya dan saling terhubungnya antara Bogor dengan Jakarta tentu dengan kondisi fiskal DKI yang cukup sehat dengan APBD yang mencapai Rp 100 triliun hampir ya, hampir Rp 100 triliun," tuturnya.
Pihak Pemkot Bogor berharap bantuan tersebut menyasar sejumlah sektor vital, termasuk pembenahan drainase dan moda transportasi. Penyesuaian skema penanganan di area hulu menjadi fokus utama untuk merespons kondisi lingkungan terkini.
"Kami juga berharap tentu ada beberapa sektor yang dibantu oleh pemerintah DKI apa aja, tadi selain transportasi, masalah banjir ya dari hulu kita coba sesuaikan dengan kondisi sekarang," sambungnya.
Dedie mencontohkan permasalahan teknis yang terjadi di Jalan Kapten Yusuf, di mana sistem drainase sudah tidak mampu lagi menampung kiriman air dari wilayah Taman Sari. Pembangunan sumur resapan atau area parkir air menjadi solusi yang diusulkan melalui skema bantuan tersebut.
"Tentu kalau ada bantuan dari DKI paling tidak bagaimana resapannya, bagaimana kemungkinan misalnya dibangun misalnya parkir air," ujar Dedie.