Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron memproyeksikan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen pada tahun 2027 dapat tercapai demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat luas, Kamis (21/5/2026).
Sikap optimistis tersebut muncul setelah mencermati isi pidato Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan di gedung DPR RI pada satu hari sebelumnya.
Asumsi makro tersebut dipaparkan dalam sebuah diskusi menyangkut mitigasi dampak geopolitik global yang diselenggarakan di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Kalau kemarin mengikuti apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, kita bisa menangkap bahwa secara psikologis, kita ada optimisme bahwa 2027 ini akan ada peningkatan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa," kata Herman, di DPP Partai Demokrat, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Pemerintah menyusun rancangan target pendapatan negara pada kisaran 11,82 persen sampai 12,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan rencana belanja negara di angka 13,62 persen hingga 14,8 persen dari PDB.
Batas aman untuk defisit anggaran negara diperkirakan tetap terjaga pada kisaran nilai 1,8 persen hingga 2,4 persen dari PDB.
"Ini yang menurut saya penting juga, pembicara nanti sampaikan apakah angka asumsi yang ini ditetapkan oleh pemerintah, ini juga akan tercapai atau tidak dengan situasi dan kondisi ekonomi saat ini, dengan situasi ekonomi global yang belum ada kepastian, belum dinamika," tegas Herman Khaeron.
Angka pertumbuhan maksimal yang dibidik pemerintah tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan pencapaian yang pernah diraih pada masa jabatan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kalau pertumbuhan 6,5 persen itu kondisinya seperti era pemerintah Presiden SBY. Rata-rata 6,5 persen itu rakyatnya sejahtera, pendapatannya cukup, sekolahnya lancar, kemudian pertahanan keamanan stabil," ungkap Herman Khaeron.
Di sisi lain, kondisi sosial dan finansial masyarakat saat ini disorot seiring maraknya laporan aksi kriminalitas begal yang beredar luas di platform media sosial seperti TikTok.
"Ciri-ciri negara yang sedang dalam situasi ekonominya kurang baik, salah satunya tingkat kejahatannya juga meningkat. Apakah itu terkorelasi dengan situasi ekonomi hari ini? Tentu bukan kewenangan saya sebagai bagian dari acara ini," tutur Herman Khaeron.
Rancangan indikator makro ekonomi lainnya mencakup target inflasi sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen, nilai tukar rupiah di angka Rp16.800 sampai Rp17.500 per dollar AS, serta harga minyak mentah dunia sebesar 70 dollar AS hingga 90 dollar AS per barrel.
"Jadi, memang pemerintah mencoba untuk mendekatkan bahwa nilai tukar rupiah didekatkan pada situasi dan kondisi saat ini," kata Herman Khaeron.
Partai Demokrat memastikan arah politik organisasi tetap berada di dalam barisan koalisi demi mengawal seluruh program kerja pemerintah saat ini.
"Bagaimanapun, Demokrat mendukung sepenuhnya pemerintahan Presiden Bapak Prabowo Subianto," pungkas Herman Khaeron.