Dewan Pengawas INA Angkat Tiga Direksi Baru Periode 2026–2031

Dewan Pengawas INA Angkat Tiga Direksi Baru Periode 2026–2031

Dewan Pengawas Indonesia Investment Authority (INA) resmi menunjuk tiga direksi baru untuk memimpin sovereign wealth fund Indonesia tersebut. Pengangkatan ini dilakukan dalam sebuah acara resmi di kantor INA pada 13 Mei 2026, seperti dilansir dari Nasional.

Kendati demikian, pelantikan ini baru akan berlaku efektif setelah seluruh proses administrasi serta pelepasan jabatan mereka sebelumnya rampung. Ketiga direksi baru ini akan mengemban tugas untuk periode masa jabatan 2026 hingga 2031.

Langkah ini sekaligus menyelesaikan perangkapan jabatan Eddy Porwanto yang sebelumnya menjadi Pelaksana Sementara CEO dan CRO. Kini, Eddy Porwanto dapat kembali fokus pada posisi definitifnya sebagai Chief Financial Officer (CFO).

Ketua Dewan Pengawas INA, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini dilakukan demi menjaga keberlanjutan tugas lembaga dalam jangka panjang. INA memegang peran krusial dalam menarik investasi demi pembangunan ekonomi nasional.

"Transisi kepemimpinan merupakan bagian dari upaya untuk memastikan INA dapat terus menjalankan mandat jangka panjangnya dengan baik," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Purbaya menambahkan bahwa Dewan Pengawas menaruh kepercayaan besar pada kombinasi figur-figur baru ini. Kehadiran mereka diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme kepengurusan institusi.

"Dewan Pengawas meyakini bahwa Oki Ramadhana, Laksono Widito Widodo, dan Adhiputra Tanoyo akan semakin memperkuat profesionalisme dan kapasitas institusional INA, sekaligus memastikan INA tetap menjalankan strategi investasi yang disiplin dan mengedepankan prinsip kehati-hatian," katanya.

Menurut Purbaya, penerapan sistem investasi yang selektif dan prudent sangat krusial bagi masa depan institusi. Hal ini bertujuan agar program kerja INA tetap sejalan dengan target pembangunan Indonesia.

Dalam jajaran manajemen baru, Oki Ramadhana diamanahkan menggantikan Ridha Wirakusumah yang masa jabatannya telah berakhir pada awal tahun 2026. Oki mengantongi pengalaman lebih dari dua puluh tahun di sektor investment banking.

Secara akademis, Oki menggenggam gelar doktor Strategic Management dan sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, serta gelar MBA dari University of Colorado. Ia juga sempat menempati posisi kunci di industri keuangan.

Sementara itu, posisi CIO kini ditempati oleh Laksono Widito Widodo yang menggantikan Andry Setiawan. Laksono memiliki rekam jejak panjang di ranah pasar modal, industri sekuritas, hingga lembaga regulasi.

Di sisi lain, Adhiputra Tanoyo diplot mengisi posisi CRO untuk menggantikan Thomas Oentoro yang sudah melepaskan jabatan sejak tahun lalu. Adhiputra berpengalaman luas di bidang manajemen risiko perbankan.

Artikel terkait

Rekomendasi