Dinas Perhubungan Kota Bogor mensterilkan Jalan Suryakencana dari kendaraan yang parkir guna mempersiapkan perhelatan Kirab Mahkota Binokasih pada Jumat (8/5/2026) malam. Langkah pengosongan ini dilakukan mulai pukul 14.00 WIB dengan mengalihkan arus lalu lintas dari arah Jalan Otista menuju kawasan Empang.
Dilansir dari Megapolitan, otoritas setempat telah menutup akses parkir di sepanjang ruas Jalan Suryakencana (Surken) beberapa jam sebelum prosesi adat dimulai. Meskipun demikian, pihak perhubungan menilai keberadaan kendaraan di ruas kanan jalan tidak akan mengganggu jalannya iring-iringan mahkota tersebut.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Dody Wahyudin menyatakan bahwa area tersebut sudah mulai kosong secara mandiri sebelum batas waktu penutupan yang ditentukan.
"Sebelum jam 14.00 WIB itu sudah ditutup, sudah kosong sendiri," ujar Dody Wahyudin, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.
Dody menjelaskan bahwa titik penutupan awal berada di persimpangan Jalan Otista yang menuju arah Suryakencana. Arus kendaraan kemudian diarahkan menuju wilayah Empang untuk menghindari penumpukan di lokasi acara.
"Kalau yang di Surken sebelah kanan itu kan tidak keganggu. Kalau iring-iringannya kan nanti dari lawan arah. Nanti ditutup yang dari sebelah sini dari yang sebelah Otista nanti ditutup," ujar Dody Wahyudin, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.
Setelah pukul 14.00 WIB, petugas mulai menyaring pengunjung yang masuk ke area Suryakencana. Hanya pemilik ruko atau toko di wilayah tersebut yang diizinkan memarkirkan kendaraan mereka di lokasi.
Pengunjung yang tetap memarkirkan kendaraan di Jalan Suryakencana harus menghadapi risiko tidak bisa keluar dari ruas jalan hingga rangkaian acara selesai. Kirab dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIB dari Museum Pajajaran di Batutulis menuju Lawang Suryakencana.
"Iya. Nanti kan kalau parkir di Surken nanti dia tidak akan bisa keluar loh itu sampai malam. Betul tidak?" kata Dody Wahyudin, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.
Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema parkir khusus untuk menampung kendaraan pengunjung dan bus rombongan. Bus akan diarahkan menuju Terminal Baranang Siang setelah menurunkan penumpang di lokasi acara.
"Ini akan ada 25 bus yang akan ngedrop. Dari sini hanya ngedrop kita atur ke belakang busnya itu kita tampung di terminal Baranangsiang," ujar Sujatmiko Baliarto, Kepala Dishub Kota Bogor.
Pemerintah Kota Bogor menyediakan delapan titik kantong parkir bagi masyarakat yang ingin menyaksikan acara budaya tahunan ini agar tidak memadati jalur utama kirab.
"Gedung Bakorwil, Balai Kota, Kantor Pajak, Museum Tanah, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kinderfield-Highfield School Bogor, Paspampres, dan Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia," ujar Sujatmiko Baliarto, Kepala Dishub Kota Bogor.