Dishub Kota Bogor Tambah Titik Henti BisKita Transpakuan

Dishub Kota Bogor Tambah Titik Henti BisKita Transpakuan

Akses transportasi umum di Kota Bogor kini semakin diperluas melalui penambahan sejumlah titik henti baru untuk operasional BisKita Transpakuan mulai Mei 2026. Langkah ini diambil guna mempermudah mobilitas masyarakat yang mengandalkan moda transportasi massal tersebut, sebagaimana dilansir dari Megapolitan pada Minggu (17/5/2026).

Kebijakan penambahan fasilitas pemberhentian ini diterapkan setelah menjaring aspirasi dari warga setempat serta anggota DPRD Kota Bogor. Pemerintah daerah melihat masih terdapat rute perjalanan masyarakat yang belum sepenuhnya terfasilitasi secara optimal oleh armada yang tersedia.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Dody Wahyudin menjelaskan bahwa tata letak halte yang ada sebelumnya sering kali memaksa para penumpang untuk berjalan kaki lebih jauh menuju lokasi tujuan akhir mereka.

"Tapi kondisi existing, berhentinya di A, naiknya di A, berhenti di titik C. Jadi masyarakat harus terbebani lagi, dia harus jauh lagi ke tempat dia asal tujuan dia bergerak," jelas Dody Wahyudin, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor.

Pemerintah menargetkan penyediaan titik henti baru ini mampu menyelaraskan posisi tempat naik dan turun penumpang agar lebih efisien. Upaya ini diprioritaskan demi meningkatkan kenyamanan pengguna jasa angkutan massal di berbagai koridor utama.

"Harusnya kan seberang-seberangan. Orang-orang dari mulai naik di titik A, dia nanti pulangnya harusnya kan turunnya di titik A lagi di seberangnya," ujar Dody Wahyudin, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor.

Integrasi layanan dengan jaringan TransJakarta juga diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi pengguna kendaraan pribadi untuk beralih. Dampak jangka panjang dari kebijakan ini ditargetkan mampu mengurangi beban polusi udara sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di area perkotaan.

"Karena saat ini sudah terhubung dan terkoneksi dengan Transjakarta. Jadi mengurangi dampak kemacetan, polusi udara, kepadatan lalu lintas," tambah Dody Wahyudin, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor.

Perluasan jangkauan ini mencakup Koridor 1 rute Terminal Bubulak–Cidangiang di titik Kampung Curug, Kedung Badak 1, KS Tubun 1, Balai Kota, Juanda 2, dan KS Tubun 2. Sementara Koridor 2 rute Terminal Bubulak–Ciawi mendapatkan tambahan titik di Gang Roda 1, Aspol SBJ, Akbid 2, Gang Rante, Kapten Muslihat, Balai Kota, Juanda 2, Tajur 1, Biotrop 1, Pakuan 3, Wangun 1, Kampung Perca, Biotrop 2, Tajur 2, Pasar Gunung Batu 2, Lokatmala 2, Loji 2, dan Gang Roda 2.

Untuk Koridor 5 rute Terminal Ciparigi–Stasiun Bogor, rute kini melewati Kelurahan Ciparigi 1, Pangkalan 1, KS Tubun 1, RE Martadinata, Ciwaringin 2, Mayor Oking, Kapten Muslihat, Balai Kota, Juanda 2, Masjid Jenderal Sudirman, SLTPN 8 (2), KS Tubun 2, dan Pangkalan 2. Adapun Koridor 6 rute Terminal Parung Banteng–Stasiun Bogor dilengkapi titik Kelurahan Katulampa, Gang Pemuda 1, RE Martadinata, Ciwaringin 2, Mayor Oking, Kapten Muslihat, Balai Kota, Juanda 2, Masjid Jenderal Sudirman, SLTPN 8 (2), Kampung Sawah 2, Gang Pemuda 2, dan Kemang Permata.

Artikel terkait

Rekomendasi