Dividen Saham United Tractors UNTR 24 April 2026 Sebesar Rp 109.600 per Lot

Dividen Saham United Tractors UNTR 24 April 2026 Sebesar Rp 109.600 per Lot

Investor yang mengincar dividen dari PT United Tractors Tbk (UNTR) perlu memperhatikan jadwal pasar hari ini. Jumat, 24 April 2026, menjadi batas akhir periode cum dividen bagi saham emiten penyedia alat berat tersebut.

Dikutip dari Stocksetup, pemegang saham yang tercatat memiliki saham UNTR pada penutupan perdagangan hari ini berhak mendapatkan pembayaran dividen senilai Rp 109.600 untuk setiap satu lot yang dimiliki.

Manajemen UNTR telah menetapkan total dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 1.663 per saham. Nilai ini setara dengan Rp 5,92 triliun, yang diambil dari total laba bersih tahun lalu yang mencapai Rp 14,8 triliun.

Sebelumnya, perusahaan telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp 567 per saham pada Oktober 2025. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibagikan kepada pemegang saham saat ini adalah sebesar Rp 1.096 per saham.

Sebagai gambaran modal investasi, harga saham UNTR pada perdagangan Kamis, 23 April 2026, tercatat stagnan di level Rp 32.500. Meskipun tidak bergerak di hari tersebut, performa saham ini telah menguat 7,97% atau naik 2.400 poin sejak awal tahun.

Jadwal Lengkap Pembagian Dividen Final UNTR Tahun Buku 2025
Agenda Pembagian DividenTanggal Pelaksanaan
24 April 202627 April 2026
28 April 202629 April 2026
28 April 202618 Mei 2026

Meskipun tren harga saham sedang positif, operasional United Tractors menghadapi sejumlah tantangan pada awal tahun 2026. Penjualan alat berat merek Komatsu dilaporkan menyusut 10,50% secara tahunan menjadi 869 unit selama periode Januari hingga Februari.

Lini bisnis lainnya juga mengalami koreksi, di mana produksi batubara PT Pamapersada Nusantara turun 6,85% menjadi 20,4 juta ton. Volume pengupasan lapisan tanah atau overburden removal juga terpangkas 7,49% menjadi 156,9 juta bcm.

Penurunan tajam terlihat pada sektor emas, dengan volume penjualan yang hanya menyentuh 2.000 ounce. Angka ini merosot jauh dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mampu mencapai 38.000 ounce.

Iwan Hadiantoro, Presiden Direktur UNTR, menjelaskan bahwa keterlambatan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 menjadi kendala utama aktivitas produksi. Selain itu, persaingan dengan produsen alat berat asal China juga kian intensif.

"Tantangan utama berasal dari keterlambatan persetujuan RKAB 2026 yang berdampak pada aktivitas produksi dan permintaan alat berat," kata Iwan Hadiantoro.

Menghadapi situasi tersebut, perusahaan menerapkan strategi defensif dengan memperkuat diversifikasi ke mineral dan energi. Sektor nikel menjadi salah satu tumpuan dengan pertumbuhan produksi sebesar 30,37% mencapai 455.000 ton.

Harapan baru muncul dari rencana operasional kembali Tambang Emas Martabe pada pertengahan 2026 dengan target 60.000 ounce. UNTR juga tengah mempersiapkan pengoperasian Tambang Emas Doup yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2028 mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi