Dewan Kesejahteraan Masjid Menopang Penjualan Hewan Kurban di Depok

Dewan Kesejahteraan Masjid Menopang Penjualan Hewan Kurban di Depok

Permintaan sapi dan kambing menjelang Hari Raya Iduladha 2026 di Depok, Jawa Barat, terpantau tetap stabil dan mengalami peningkatan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, Selasa (19/5/2026). Pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) menjadi pendorong utama kelancaran transaksi tersebut melalui penggalangan dana bersama dari masyarakat.

Kondisi pasar yang tetap bergairah ini mematahkan kekhawatiran atas penurunan daya beli masyarakat akibat ketidakpastian ekonomi global. Berdasarkan laporan pedagang lokal yang dilansir dari Suara, banyak warga tetap mengutamakan ibadah tahunan ini sehingga pemesanan hewan telah berjalan sejak sebulan lalu.

Pedagang hewan kurban di Depok, Pepeng, mengungkapkan bahwa perputaran bisnisnya pada musim ini menunjukkan tren yang lebih positif jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah penjualan masih lancar. Bahkan dibanding tahun 2025 sekarang cenderung lebih ramai,” kata Pepeng.

Faktor keyakinan keagamaan dinilai menjadi alasan utama konsumen tetap mengalokasikan dana untuk membeli hewan ternak meskipun harga kebutuhan pokok lain sedang melonjak.

“Kalau urusan kurban itu beda. Ini kaitannya sama akhirat. Jadi orang tetap usahain walaupun kondisi ekonomi lagi susah,” ujarnya.

Menurut penjelasan Pepeng, peranan DKM sangat vital karena pengurus masjid telah menghimpun iuran warga sejak jauh hari sehingga dana yang terkumpul tidak terpengaruh oleh fluktuasi ekonomi jangka pendek.

“Kebanyakan yang beli memang DKM. Mereka ngumpulin dana umat, terus belinya sapi atau kambing buat kurban bersama,” katanya.

Sistem patungan di tingkat pengurus masjid membuat komoditas sapi menjadi pilihan utama, sedangkan kategori kambing didominasi oleh pembeli perorangan.

“Sudah ada yang booking dari bulan lalu. Biasanya makin dekat Iduladha makin ramai lagi,” ucap Pepeng.

Aktivitas pemesanan diproyeksikan terus meningkat hingga hari pemotongan karena kurban merupakan agenda rutin yang diprioritaskan masyarakat setempat.

“Kalau buat ibadah, orang biasanya tetap prioritaskan. Apalagi kurban setahun sekali,” pungkas Pepeng.

Artikel terkait

Rekomendasi