Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengungkapkan penyebab antrean panjang truk sampah hingga empat jam menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Rabu (20/5/2026). Antrean ratusan armada milik Pemprov DKI di sepanjang Jalan Siliwangi hingga pintu masuk fasilitas tersebut dipicu oleh proses penataan kawasan pascalongsor.
Kemacetan yang mengular di kawasan Bojong Rawalumbu dilaporkan mengganggu aktivitas warga setempat, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi memaparkan bahwa pemulihan area operasional masih berjalan sejak peristiwa longsor yang terjadi pada 8 Maret 2026 demi keselamatan pekerja.
“Saat ini kami mengedepankan prinsip safety first. Salah satunya melalui pembatasan kuota ritasi sampah yang masuk sekitar 700 rit per hari,” ujar Dudi Gardesi, Kepala DLH DKI Jakarta.
Pembatasan kuota perjalanan bolak-balik truk tersebut disesuaikan dengan kapasitas parkir dan titik buang yang aman, yang kemudian dibagi ke dalam tiga shift operasional. Langkah penataan lain yang diambil adalah pengurangan titik bongkar muat aktif untuk meminimalkan beban tonase sampah.
“Jumlah titik buang aktif juga dibatasi dari sebelumnya lima titik menjadi empat titik,” kata Dudi Gardesi, Kepala DLH DKI Jakarta.
Pihak kedinasan memproyeksikan kebijakan ini dapat menekan risiko pergeseran material sampah di lapangan. Selain pembatasan titik buang, DLH DKI Jakarta mengerahkan personel di area krusial untuk memperketat pengaturan lalu lintas internal, jembatan timbang, dan zona pembuangan.
“Ini dilakukan guna mengatur pergerakan armada agar antrean kendaraan dan waktu tunggu di jembatan timbang maupun area pembuangan dapat lebih terkendali,” ujar Dudi Gardesi, Kepala DLH DKI Jakarta.
Faktor cuaca juga menjadi pertimbangan penting dalam penyesuaian operasional di lokasi. DLH DKI Jakarta memberlakukan sistem buka-tutup darurat ketika intensitas hujan di kawasan setempat meninggi.
“Untuk kondisi tertentu seperti hujan deras, operasional titik buang akan dihentikan sementara hingga kondisi dinyatakan aman,” kata Dudi Gardesi, Kepala DLH DKI Jakarta.
Hingga saat ini, pembenahan lereng, penataan terasering, serta perbaikan infrastruktur penunjang masih terus digenjot oleh tim teknis dengan bantuan alat berat. Dudi menegaskan bahwa aktivitas pengangkutan sampah dari ibu kota menuju TPST Bantargebang sejauh ini masih bisa diatasi dengan baik.
“Pasca longsor, kondisi antrean kendaraan menuju titik buang di TPST Bantargebang saat ini relatif normal dan terkendali,” ujar Dudi Gardesi, Kepala DLH DKI Jakarta.