Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tren penguatan terhadap rupiah hingga menyentuh kisaran level Rp 17.400-an pada perdagangan Senin (11/5/2026) pagi. Kenaikan nilai tukar mata uang Negeri Paman Sam tersebut terpantau terjadi di tengah pergerakan positif dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya.
Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, posisi dolar AS berada di level Rp 17.404 sekitar pukul 09.10 WIB. Angka tersebut menunjukkan adanya penguatan sebanyak 22 poin atau setara dengan 0,13 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Tren kenaikan performa mata uang Amerika Serikat ini tidak hanya terjadi pada rupiah, namun juga berdampak secara luas di pasar valuta asing internasional. Dilansir dari Detik Finance, indeks dolar menunjukkan apresiasi terhadap dolar Hong Kong, won Korea, yen Jepang, dolar Kanada, hingga franc Swiss.
Data statistik menunjukkan penguatan dolar AS sebesar 0,01 persen terhadap dolar Hong Kong dan kenaikan yang cukup signifikan mencapai 0,73 persen terhadap won Korea. Selain itu, dolar AS juga menguat sebesar 0,08 persen terhadap yen Jepang.
Pergerakan nilai tukar ini berlanjut dengan penguatan dolar AS sebesar 0,07 persen terhadap dolar Kanada. Pada saat yang bersamaan, mata uang tersebut juga tercatat mengalami kenaikan nilai sebesar 0,24 persen terhadap franc Swiss.