Dolar Singapura Menguat Berkat Kebijakan Moneter Ketat MAS

Dolar Singapura Menguat Berkat Kebijakan Moneter Ketat MAS

Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap dolar Singapura (USD/SGD) mengalami pelemahan dalam rentang terbatas pada Selasa, 12 Mei 2026, menyusul penerapan kebijakan moneter ketat oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS). Kondisi ini terjadi saat pasar sedang menguji level dukungan teknis di tengah rencana pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS.

Data dari Continuum Economics menunjukkan bahwa pasangan mata uang ini mulai bangkit dari zona dukungan pada kisaran 1,2667 hingga 1,2650. Kenaikan di atas level 1,2700 diprediksi akan membuka ruang penguatan lebih lanjut menuju resistansi 1,2750, meskipun tekanan jual masih membayangi pasar keuangan.

Berdasarkan analisis dari OCBC Bank, sentimen pasar saat ini cenderung memihak pada penguatan dolar Singapura karena didukung oleh fundamental ekonomi yang solid. Beberapa faktor pendukung utama meliputi surplus perdagangan yang sehat, cadangan devisa kuat, serta kinerja positif di sektor elektronik dan semikonduktor.

Ahli Strategi OCBC, Sim Moh Siong dan Christopher Wong, menjelaskan bahwa pergerakan USD/SGD sebelumnya hanyalah penurunan sementara untuk meredakan tekanan pasar, bukan merupakan tanda pembalikan tren jangka panjang.

"USD/SGD rebound semalam, sesuai dengan kehati-hatian kami bahwa pergerakan ke bawah sebelumnya pada USD/SGD lebih merupakan kelegaan daripada perdagangan pembalikan." kata Sim Moh Siong dan Christopher Wong, Ahli Strategi OCBC.

Kedua analis tersebut juga menyoroti ketidakpastian situasi keamanan global, khususnya ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memengaruhi sentimen risiko di kawasan regional secara langsung.

"Kami menegaskan kembali bahwa tajuk utama geopolitik tetap dinamis, dan pembaruan lonjakan harga minyak dapat dengan cepat menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi, pertumbuhan, dan sentimen risiko yang lebih luas. Kami terus memantau perkembangan AS-Iran dengan cermat, jika ada respons balasan dari AS." ujar Sim Moh Siong dan Christopher Wong.

Potensi eskalasi konflik diperkirakan akan menambah tekanan pada nilai tukar karena dolar Singapura tetap dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

"Eskalasi lebih lanjut masih akan memberikan tekanan ke atas pada USD/SGD karena SGD tidak kebal terhadap penguatan USD, imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang lebih tinggi, atau sentimen risiko regional yang melemah." papar Sim Moh Siong dan Christopher Wong.

Meskipun demikian, dolar Singapura diprediksi tetap tangguh dibandingkan mata uang Asia lainnya, dengan posisi terakhir terpantau berada di level 1,2765.

"Namun di antara mata uang Asia, SGD seharusnya terus menunjukkan ketahanan relatifnya. Pasangan mata uang ini terakhir berada di level 1,2765. Momentum harian dan indikator RSI saat ini tidak menunjukkan bias yang jelas. Perdagangan dua arah kemungkinan terjadi untuk sementara, meskipun biasnya tetap jual saat rally." jelas Sim Moh Siong dan Christopher Wong.

Dilansir dari BitcoinWorld, pelaku pasar kini memantau ketat level 1,3400 sebagai zona dukungan utama. Sementara itu, level 1,3600 menjadi batas resistansi yang membatasi reli pada beberapa sesi perdagangan terakhir.

Tabel Level Teknis USD/SGD 12 Mei 2026
ResistansiLevelKomentarDukunganLevelKomentar
R41.2823Tertinggi 29 AprS11.2667Terendah April
R31.2800KongestiS21.2650Kongesti
R21.2750KongestiS31.2586Terendah YTD 28 Jan
R11.2700KongestiS41.2550Kongesti

Para analis terus memberikan peringatan mengenai risiko ketegangan perdagangan global atau perlambatan ekonomi China yang dapat memicu perpindahan aset ke dolar AS sebagai instrumen aman.

Artikel terkait

Rekomendasi