Nilai tukar Dolar Singapura berpotensi mengalami penguatan ringan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menuju kisaran 1,2760 pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026. Proyeksi tersebut didorong oleh peningkatan momentum penurunan jangka pendek pada pasangan mata uang USD/SGD setelah sempat bergerak fluktuatif di zona harian.
Analis United Overseas Bank (UOB), Quek Ser Leang dan Lee Sue Ann memprakirakan penurunan USD/SGD tersebut bersifat terbatas karena dukungan kuat di level bawah masih terjaga. Penembusan yang berkelanjutan di bawah target harian dinilai tidak akan terjadi karena batas support utama diproyeksikan tetap aman.
Lembaga keuangan UOB mempertahankan sikap netral untuk pergerakan mata uang ini dalam jangka waktu satu hingga tiga minggu ke depan dengan estimasi perdagangan di rentang 1,2730 sampai 1,2820. Untuk jangka waktu satu hingga tiga bulan, pergerakan pasangan mata uang tersebut dipandang secara luas akan tetap didukung di bawah area resistance kuat.
Sebelumnya pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, nilai tukar USD/SGD dilaporkan bergerak menguat terbatas dan mengalami konsolidasi untuk menguji tingkat resistan. Laporan dari Continuum Economics menunjukkan pergerakan tersebut sedikit mundur setelah sempat menyentuh titik tertinggi harian sejak akhir April, yang dipicu oleh dinamika pasar global serta volatilitas eksternal berdasarkan data pasar modal dari Mitrade.com.
Peta teknis pasar menunjukkan peluang terjadinya perdagangan dua arah masih terbuka lebar bagi pelaku pasar dengan batas resistan terdekat dan area support yang telah diidentifikasi sebagai preferensi strategi.
"USD/SGD rose, tracking broader USDAXJs higher." kata Christopher Wong, analis OCBC.
Karakteristik khusus dari mata uang Singapura dinilai memberikan pengaruh tersendiri terhadap pola pergerakan di pasar global saat ini meskipun posisinya tetap tidak terlepas dari indikator ekonomi luar negeri.
"Move reflects SGD’s lower beta characteristics but at the same time, SGD is not immune to external developments, including yields, oil and sentiments." ujar Christopher Wong, analis OCBC.
Kondisi pasar saat ini juga memperlihatkan adanya pelemahan tekanan penurunan pada grafik harian yang sejalan dengan pergerakan indikator RSI yang posisinya mulai tertahan.
"Mild bearish momentum on daily chart is fading but rise in RSI moderated." cetus Christopher Wong, analis OCBC.
Para pelaku pasar dapat mencermati area batas bawah penahan harga atau support di tengah fase konsolidasi ini.
"2-way trades still likely. Resistance at 1.2720/40 levels (21, DMA, 61.8% fibo retracement of 2026 low to high), 1.2770" tutur Christopher Wong, analis OCBC.
Di sisi lain, analisis teknis terpisah menunjukkan pergerakan pasangan mata uang ini memunculkan pemulihan momentum ke atas pada indikator mingguan setelah sempat menyentuh level terendah baru.
"Support at 1.2650/60 levels (76.4% fibo), 1.2610 levels. Bias to sell rallies preferred." kata Christopher Wong, analis OCBC.
Analis UOB juga memantau indikator teknis mingguan yang menunjukkan adanya pemulihan ke atas setelah sempat menguji level terendah baru dua minggu sebelumnya.
"Dua minggu lalu, USD/SGD menguji level 1,2660 saat turun ke level terendah 1,2653. MACD mingguan hanya sedikit menyentuh wilayah negatif, namun setelah rebound kuat minggu lalu, indikator ini kembali positif." kata Quek Ser Leang, analis UOB.
Meskipun ruang kenaikan masih terbuka seiring terbentuknya momentum ke atas, terdapat zona hambatan signifikan yang diproyeksikan dapat membatasi penguatan lebih lanjut.
"Momentum ke atas mulai terbentuk, namun meskipun ada ruang bagi USD/SGD to naik lebih lanjut, perlu dicatat bahwa terdapat zona resistance signifikan antara 1,2880 dan 1,2900. Garis tren menurun yang menghubungkan puncak 1,3095 dan 1,2930 berada di 1,2880, sementara EMA 55-minggu saat ini berada di 1,2900." kata Quek Ser Leang, analis UOB.
Berdasarkan catatan historis pergerakan pasar, wilayah pengujian indikator EMA tersebut juga pernah disentuh beberapa bulan sebelumnya sebelum akhirnya kembali bergerak mundur.
"Perlu dicatat bahwa USD/SGD menguji EMA 55-minggu pada akhir Maret, dengan puncak di 1,2930 lalu mundur." kata Quek Ser Leang, analis UOB.
Proyeksi batas penahan jangka pendek disiapkan untuk menjaga keberlanjutan momentum kenaikan harga saat ini.
"Secara keseluruhan, kami memprakirakan USD/SGD akan tetap didukung secara luas dari sini, dengan support utama tetap di 1,2660." kata Quek Ser Leang, analis UOB.
Peluang penguatan Dolar AS yang lebih tinggi terhadap Dolar Singapura akan terbuka apabila zona resistan utama berhasil ditembus oleh pasar.
"Namun, untuk mempertahankan momentum yang sedang terbentuk saat ini, USD/SGD sebaiknya tetap di atas support jangka pendek di 1,2735. Ke depan, penembusan di atas zona resistance akan secara signifikan meningkatkan kemungkinan pergerakan di atas 1,2930." kata Quek Ser Leang, analis UOB.
Data teknis terbaru menunjukkan potensi kenaikan lanjutan menuju area 1,2840 hingga 1,2860 sebelum muncul tekanan jual baru, dengan batas support kini berada pada level 1,2750 di mana penembusan ke bawah level tersebut dapat membuka ruang koreksi menuju kisaran 1,2700 hingga 1,2667/50.
| Resistan | Level | Keterangan | Support | Level | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| R4 | 1.2900 | congestion | S1 | 1.2750 | congestion |
| R3 | 1.2860 | Nov trendline | S2 | 1.2700 | congestion |
| R2 | 1.2840 | 200-day MA | S3 | 1.2667 | Apr low |
| R1 | 1.2823 | 29 Apr high | S4 | 1.2650 | 7 May low |