DPR Desak Gubernur BI Mundur Saat Rupiah Melemah

DPR Desak Gubernur BI Mundur Saat Rupiah Melemah

Dewan Perwakilan Rakyat mendesak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada Mei 2026. Tuntutan ini mencuat setelah nilai tukar Rupiah merosot tajam hingga menyentuh angka Rp17.680 per Dolar AS, yang memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Pelemahan mata uang Garuda tersebut dinilai kontras dengan kondisi finansial personal sang gubernur. Berdasarkan laporan kekayaan resmi yang dilansir dari Suara, total aset pribadi Perry Warjiyo justru mengalami lonjakan drastis hingga mencapai 600 persen.

Harta kekayaan Perry tercatat melesat dari Rp12 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp72,69 miliar pada tahun 2024. Akumulasi aset tersebut didominasi oleh belasan properti berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Tangerang Selatan, Sleman, serta Karawang dengan nilai total Rp52,3 billion.

Selain aset properti, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara juga mencatat kepemilikan satu unit kendaraan mewah berupa Mercedes Benz S450 keluaran tahun 2023. Mobil premium asal Jerman tersebut ditaksir memiliki nilai sebesar Rp2.438.125.000.

Kondisi kenaikan kekayaan yang signifikan di tengah penurunan nilai tukar mata uang nasional memicu kritik tajam dari parlemen. Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menyatakan bahwa berbagai kebijakan intervensi moneter yang dilakukan Bank Indonesia belum memberikan hasil yang maksimal.

Sebagaimana dilaporkan oleh Suara, terdapat dua kutipan langsung dari data yang dipublikasikan dalam sumber berita aslinya mengenai perkembangan jumlah harta kekayaan berkala milik Perry Warjiyo dari tahun ke tahun.

"hanya" kata Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, dalam data LHKPN tahun 2015 saat mengawali catatan perkembangan investasinya sebelum melonjak tajam pada periode-periode berikutnya.

Pihak legislatif melihat situasi ekonomi ini memerlukan bentuk pertanggungjawaban yang nyata dan besar dari pucuk pimpinan tertinggi bank sentral demi menjaga stabilitas serta wibawa institusi keuangan negara.

"gentleman" ujar Primus Yustisio, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN.

Di sisi lain, Perry Warjiyo sendiri tetap menyatakan sikap optimis bahwa nilai tukar Rupiah akan bergerak menguat kembali pada bulan Agustus 2026 mendatang meskipun saat ini tekanan dari parlemen terus menguat.

Berikut adalah rincian data kenaikan harta kekayaan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berdasarkan laporan LHKPN resmi yang dirilis secara berkala:

Data Kenaikan Harta Kekayaan Perry Warjiyo
Tahun LaporanJumlah Harta Kekayaan (Rp)
201715.452.596.865
201822.996.960.535
201929.828.162.346
202035.779.457.478
202145.254.803.036
202248.900.632.393
202371.541.758.444
202472.693.371.439

Artikel terkait

Rekomendasi