Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan jajaran direktur utama Himpunan Bank Milik Negara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026). Pertemuan strategis tersebut digelar untuk merumuskan langkah perbaikan iklim pasar modal domestik yang terdampak volatilitas makroekonomi global.
Penurunan nilai pasar dialami oleh sejumlah saham cetak biru milik perusahaan negara meskipun kinerja fundamental mereka berada dalam kondisi prima. Dilansir dari Suara, koordinasi ini turut dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Chief Operating Officer Danantara Donny Oskaria.
Fokus utama dari diskusi ini diarahkan pada paket portofolio emiten perbankan pelat merah yang saat ini mengalami tekanan pasar luar negeri.
"Kita berkumpul untuk koordinasi terutama kita akan berdiskusi banyak soal paket sama saham-saham BUMN," ujar Dasco, dikutip dari Antara.
Anjloknya indeks pasar saham dinilai menjadi momentum tepat bagi perusahaan BUMN untuk mengeksekusi aksi pembelian kembali saham di pasar reguler. Intervensi melalui skema buyback didukung oleh laporan tingkat kesehatan keuangan emiten Himbara yang solid pada kuartal I 2026.
| Nama Emiten | Laba Bersih | Pertumbuhan Laba (YoY) | Indikator Keuangan Lainnya |
|---|---|---|---|
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) | Rp15,4 triliun | 16,6% | Kredit melonjak 17,4% menjadi Rp1.530 triliun, DPK naik 21,1% ke level Rp1.675 triliun |
| PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) | Rp15,49 triliun | 13,73% | Biaya dana turun ke level 2,3% dengan porsi dana murah mencapai 68,1% |
| PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) | Rp5,66 triliun | 5,2% | Pendapatan bunga bersih naik 12,1% menjadi Rp11,02 triliun dengan aset resilien |
| PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) | Rp1,16 triliun | 22,6% - 55,84% | Biaya dana membaik menjadi 3,0% dan total aset naik 10,5% ke angka Rp517,54 triliun |
Rapat koordinasi ini juga melibatkan Direktur Utama PT Taspen Rony Hanityo Aprianto, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito, serta Direktur Utama Indonesia Investment Authority Oki Ramadhana.