DPR dan OJK Bahas Reformasi Pasar Modal di Tengah Pelemahan IHSG

DPR dan OJK Bahas Reformasi Pasar Modal di Tengah Pelemahan IHSG

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin kunjungan kerja ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta bersama regulator keuangan pada Selasa (19/5) guna mendiskusikan langkah strategis dalam meyakinkan investor global dan domestik saat pasar modal mengalami gejolak.

Kunjungan legislatif tersebut dilakukan bersama CEO Danantara Rosan Roeslani dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi setelah pasar saham domestik sempat tertekan sejak pembukaan pasar. Langkah ini diambil menyusul penurunan beruntun indeks saham dalam lima hari perdagangan terakhir sejak 8 Mei 2025.

Sebelum memberikan keterangan kepada awak media, Sufmi Dasco Ahmad telah melangsungkan pertemuan tertutup dengan jajaran direksi BEI dan OJK untuk membahas penguatan stabilitas pasar. Pihak parlemen menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek jangka panjang industri pasar modal dalam negeri.

"Kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin besar," kata Dasco.

Dalam kesempatan yang sama, pihak OJK memberikan penjelasan mengenai fluktuasi nilai saham yang terjadi belakangan ini. Regulator menilai koreksi harga saham yang terjadi pascalibur panjang merupakan bagian dari proses penataan pasar yang wajar.

"Dinamika ini menunjukkan penyesuaian yang lebih berbasis fundamental," kata Friderica.

Penurunan indeks pasar dipandang sebagai sebuah dampak dari langkah pembenahan sistemik yang sedang diterapkan oleh otoritas pasar modal. Berdasarkan data regulator, pergerakan indeks domestik saat ini dinilai masih bergerak selaras dengan pergerakan indeks acuan global.

"Jadi kita melihat pergerakan indeks kita sudah lebih secara fundamental dan juga sekarang IHSG relatif sejalan dengan indeks MSCI, maupun sub-indeks utama seperti LQ45 dan juga IDX30 dan juga IDX80," imbuh Friderica.

Otoritas moneter tersebut juga memaparkan indikator positif lain berupa pertumbuhan basis investor domestik yang telah mengalami penambahan sebanyak 7 juta investor baru. Meskipun demikian, data transaksi BEI mencatat pergerakan IHSG tetap merosot tajam sebesar 3,08 persen ke level 6.396,27 hingga pukul 12.00 WIB dan menyentuh rekor terendah intraday baru dalam periode satu tahun terakhir.

Artikel terkait

Rekomendasi