DPR Soroti Pelemahan Rupiah hingga Rp 17.600 per Dolar AS

DPR Soroti Pelemahan Rupiah hingga Rp 17.600 per Dolar AS

Komisi XI DPR RI menyoroti depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang telah menyentuh angka Rp 17.600. Sorotan tajam tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Bank Indonesia pada Senin (18/5/2026) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Kondisi merosotnya mata uang Garuda ini dinilai memicu berbagai reaksi negatif di tengah masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, saat membahas stabilitas nilai tukar.

"Kita tahu kurs sudah Rp 17.600, bahkan muncul ejekan kalau Rp 17.845 maka Indonesia merdeka katanya," ujar Harris Turino, Anggota Komisi XI DPR RI.

Politisi PDIP tersebut memahami bahwa Bank Indonesia sebenarnya tidak tinggal diam dalam menghadapi situasi ini. Dilansir dari video.tribunnews.com, Harris Turino mengakui pihak bank sentral telah meluncurkan bermacam instrumen untuk menahan kejatuhan mata uang nasional.

Kendati demikian, efektivitas dari kebijakan dan intervensi yang diambil oleh Bank Indonesia tersebut dipertanyakan. Pasalnya, mata uang rupiah dinilai masih terus mengalami tren pelemahan di pasar keuangan.

Kritik terhadap kinerja bank sentral juga datang dari internal legislatif lainnya. Menanggapi situasi perekonomian ini, Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio memberikan saran agar Perry Warjiyo mundur dari posisinya selaku Gubernur Bank Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi