DPR Soroti Dampak Penghapusan 18 Saham Indonesia dari Indeks MSCI

DPR Soroti Dampak Penghapusan 18 Saham Indonesia dari Indeks MSCI

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memberikan tanggapan terkait pengumuman penyesuaian indeks MSCI pada Rabu (13/5) yang secara resmi mengeluarkan 18 saham Indonesia dari daftar tersebut.

Langkah perombakan indeks ini berdampak langsung pada performa pasar saham domestik, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 3,76 persen ke posisi 6.470,34, sementara indeks saham secara keseluruhan menyusut hingga 25,17 persen sepanjang tahun ini.

Penurunan kinerja IHSG dalam beberapa pekan terakhir dinilai terjadi akibat proses penyesuaian portofolio jangka pendek oleh para investor. Momentum ini dipandang Misbakhun sebagai kesempatan penting untuk membenahi serta memperkuat fondasi pasar modal agar lebih transparan, sehat, dan tepercaya bagi pemodal internasional.

"Pasar modal yang kuat tidak dibangun hanya dari euforia kenaikan indeks, tetapi dari kredibilitas sistem, kualitas tata kelola, dan kepercayaan investor terhadap integritas pasar," kata Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI pada Senin (18/5/2026).

Pihaknya meminta agar para pelaku pasar serta investor tidak memberikan respons secara berlebihan terhadap kebijakan rebalancing yang dilakukan oleh MSCI. Guna mengantisipasi ketergantungan yang tinggi pada aliran modal asing jangka pendek, penguatan basis investor lokal, peningkatan kualitas emiten, serta pendalaman pasar keuangan kini terus di dorong.

"Investor harus melihat ini dalam perspektif jangka panjang. Pasar kita tetap memiliki prospek yang baik selama reformasi struktural dan penguatan integritas pasar dijalankan secara konsisten," ujar Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Status Indonesia sebagai pasar berkembang atau emerging market juga ditekankan agar tetap dipertahankan lewat pembenahan mutu pasar secara berkesinambungan. Keyakinan atas masa depan pasar modal domestik tetap terjaga berkat topangan ekonomi nasional yang kuat dan ekspansi jumlah investor dalam negeri.

"Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memastikan kualitas pasar kita tumbuh setara dengan potensi ekonomi nasional," pungkas Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Artikel terkait

Rekomendasi