Ketua Komisi XI DPR Tanggapi Pernyataan Presiden Terkait Dollar AS

Ketua Komisi XI DPR Tanggapi Pernyataan Presiden Terkait Dollar AS

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memberikan tanggapan positif terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masyarakat desa yang tidak menggunakan mata uang dollar AS. Penilaian tersebut disampaikan di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (18/5/2026), demi meredam kepanikan publik akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dilaporkan terus mengalami penurunan signifikan sepanjang Mei 2026, seperti dilansir dari Money. Mata uang rupiah berulang kali menyentuh rekor terendah, berawal dari posisi Rp 17.400 pada 5 Mei, merosot ke Rp 17.500 pada 12 Mei, hingga tertahan di level Rp 17.600 pada 15 Mei.

Misbakhun menegaskan bahwa ucapan kepala negara tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas psikologis di tengah situasi ekonomi saat ini.

"Apa yang disampaikan oleh Pak Presiden itu adalah upaya untuk menenangkan masyarakat. Jangan dibaca terlalu eksplisit. Upaya Bapak Presiden adalah menenangkan masyarakat," ujarnya Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Struktur perekonomian Indonesia saat ini dinilai jauh lebih kokoh dibandingkan dengan masa lampau. Misbakhun meminta publik tidak menyamakan kemerosotan nilai tukar saat ini dengan situasi menjelang krisis finansial tahun 1998, ketika rupiah jatuh dari kisaran Rp 2.450 ke level Rp 17.000 per dollar AS.

"Jangan membandingkan nilai tukar yang ada saat ini dengan nilai tukar pada saat kita menjelang krisis tahun 98. Karena komposisi struktur ekonomi kita saat ini itu berbeda sekali dengan komposisi dan struktur ekonomi Indonesia menjelang tahun 98," ungkap Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Narasi seputar isu pelemahan mata uang diharapkan tidak memicu perpecahan sosial di tengah masyarakat. Menurut Misbakhun, kestabilan politik harus tetap dijaga agar tidak terganggu oleh spekulasi yang belum pasti kebenarannya.

"Jangan sampai kemudian gejolak isu itu menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan. Adanya ketidakstabilan politik karena masyarakat sibuk membicarakan hal-hal yang sifatnya rumor-rumor seperti itu. Rupiah naik karena akan ada ini, akan ada itu, akan ada ini, akan ada itu," ucap Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Kritik dari publik yang menganggap pemerintah tidak berempati terhadap dampak kenaikan dollar AS juga langsung dibantah oleh legislator tersebut. Ia meyakini pemerintah memahami bahwa efek penurunan nilai tukar tetap berimbas hingga ke wilayah pedesaan.

"Pak Presiden tahu bahwa dampak dollar AS itu dirasakan oleh semua masyarakat. Yang dimaksud Bapak Presiden itu orang desa tidak menggunakan dollar AS. Tapi itu adalah pesan yang tersirat. Tujuannya adalah menenangkan," tukas Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Pernyataan awal mengenai kondisi kurs tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Presiden menyebut masyarakat di pedesaan tidak merasakan dampak langsung dari gejolak mata uang asing.

"Saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya tidak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos. Rupiah begini, dollar begini, orang rakyat di desa enggak pakai dollar kok," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Selain membahas masalah kurs, Presiden turut memberikan jaminan mengenai ketahanan pasokan kebutuhan pokok di dalam negeri. Pemerintah memastikan pemenuhan sektor strategis nasional tetap berada dalam kondisi yang aman dari ancaman krisis global.

"Pangan aman, energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi