DPRD Bali Temukan Dugaan Pembabatan Mangrove di KEK Kura Kura Bali

DPRD Bali Temukan Dugaan Pembabatan Mangrove di KEK Kura Kura Bali

Panitia Khusus Tata Ruang, Perizinan, dan Aset (Pansus TRAP) DPRD Bali menemukan dugaan pembabatan hutan mangrove di kawasan Pulau Serangan, Denpasar, saat melakukan inspeksi mendadak pada Kamis, 23 April 2026. Area proyek di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali tersebut kini telah disegel oleh aparat hukum.

Sebagaimana dilansir dari Kompas, tindakan penyegelan dilakukan terhadap area proyek yang dikelola oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID). Polemik ini memicu perdebatan luas terkait pemanfaatan ruang laut serta perizinan di kawasan seluas 500 hektare tersebut.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, mengonfirmasi temuan tersebut setelah rombongan pansus meninjau aktivitas pembangunan marina dan area lain berdasarkan laporan masyarakat. Di lokasi, terlihat vegetasi mangrove yang telah hilang dan berganti menjadi lahan yang telah dipadatkan.

Kawasan Ekonomi Khusus ini dikelola oleh PT BTID yang bekerja sama dengan investor Jepang, Mitsubishi Estate. Berdasarkan data Dewan Nasional KEK, saham mayoritas perusahaan dipegang oleh Goodwill Property Investment Limited yang berbasis di Hong Kong, sementara saham lainnya dimiliki oleh PT Trisarana Adikreasi.

Struktur kepemilikan PT BTID terhubung dengan PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) melalui rantai kepemilikan PT Manning Development. Pengendali saham emiten tersebut adalah First Pacific Capital Group Limited yang memiliki afiliasi dengan pengusaha Sjamsul Nursalim.

Hubungan kedua perusahaan juga terlihat dari jajaran direksi yang pernah menjabat di dua entitas tersebut, termasuk Njudarsono Yusetijo dan Josephine Muljati Wibawa. Sejumlah komisaris OMRE juga tercatat memiliki riwayat karir di perusahaan-perusahaan milik Sjamsul Nursalim, seperti Bank Dagang Nasional Indonesia dan Tuan Sing Holdings Pte.

Sjamsul Nursalim sendiri merupakan konglomerat yang sempat terseret kasus hukum terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Selain bisnis properti, ia dikaitkan dengan kepemilikan produsen ban Gajah Tunggal serta raksasa ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk yang mengelola berbagai merek internasional di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi