Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, August Hamonangan, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera mempercepat normalisasi kali dan pembenahan sistem drainase. Langkah ini diambil guna menanggulangi persoalan banjir yang kembali merendam ratusan rukun tetangga di wilayah ibu kota pada awal Mei 2026.
Percepatan proyek infrastruktur jangka panjang dinilai August sebagai solusi utama agar masalah genangan air tidak terus berulang setiap tahunnya. Berdasarkan data yang dilansir dari Megapolitan, sebanyak 115 RT di Jakarta masih terdampak banjir hingga Selasa (5/5/2026) pagi, dengan total 118 warga dilaporkan terpaksa mengungsi.
“Yang jelas, normalisasi kali harus disegerakan. Menurut saya, itu tidak akan memakan waktu yang lama sampai bertahun-tahun,” kata August Hamonangan, Anggota DPRD DKI Jakarta.
August juga menekankan bahwa penguatan sistem drainase perkotaan harus mencakup perbaikan saluran air secara menyeluruh. Ia menyarankan adanya penambahan kapasitas pompa air, terutama pada titik-titik yang selama ini menjadi wilayah rawan banjir di Jakarta.
“Kita juga perlu menambah pompa-pompa air, membersihkan saluran-saluran air, kalau perlu memperlebarkannya supaya air tidak menumpuk,” ujar August Hamonangan, Anggota DPRD DKI Jakarta.
Wilayah Jakarta Selatan menjadi area terdampak paling parah dengan total genangan di 78 RT, termasuk di Kelurahan Petogogan, Bangka, Rawajati, Tanjung Barat, dan Cilandak Timur. Padahal, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran pengendalian banjir sebesar Rp 2,6 triliun dalam APBD Perubahan 2025 dan Rp 2,8 triliun dalam APBD 2026.
Total anggaran yang mencapai Rp 5,4 triliun tersebut diharapkan dapat digunakan secara fokus untuk kebutuhan dasar warga. August mengingatkan agar kegiatan berskala besar atau upaya mempercantik kota tidak mengalihkan perhatian dari penanganan banjir yang krusial.
“Mas Gubernur sekarang malah lebih banyak berpikir bagaimana caranya untuk mempercantik kota, mengundang band-band penyanyi internasional, sampai dengan mengadakan balapan F1,” kata August Hamonangan, Anggota DPRD DKI Jakarta.
Pihak legislatif kini berharap Pemprov DKI segera mengimplementasikan program pengendalian banjir yang telah direncanakan sebelumnya. Fokus utama diharapkan tertuju pada sektor normalisasi sungai dan pembersihan serta pelebaran drainase di seluruh wilayah terdampak.