DPRD DKI Desak Pemkot Jakarta Barat Perkuat Keamanan Jalanan

DPRD DKI Desak Pemkot Jakarta Barat Perkuat Keamanan Jalanan

Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mendesak Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk segera memperkuat sistem keamanan lingkungan menyusul maraknya aksi begal dan penjambretan. Desakan tersebut disampaikan Kenneth pada Selasa (12/5/2026) guna merespons keresahan masyarakat terhadap ancaman kejahatan jalanan.

Langkah konkret yang diminta meliputi percepatan pemasangan kamera pengawas (CCTV) serta perbaikan penerangan jalan umum (PJU) pada titik-titik rawan kriminalitas di wilayah Jakarta Barat. Kenneth menekankan bahwa pemerintah tidak boleh pasif dalam menghadapi persoalan keselamatan warga.

"Pemkot Jakbar sudah harus turun langsung memetakan titik rawan, memastikan lampu jalan berfungsi, CCTV aktif, kawasan gelap tidak dibiarkan," kata Kenneth, dilansir dari Megapolitan.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa kehadiran nyata pemerintah sangat dibutuhkan oleh masyarakat dibandingkan sekadar retorika. Menurut Kenneth, lonjakan kasus kejahatan di Jakarta Barat saat ini sudah mencapai tahap yang sangat meresahkan dan tidak bisa dianggap remeh.

“Jakarta Barat hari ini sedang menghadapi persoalan keamanan yang serius. Hampir setiap pekan masyarakat mendengar kasus jambret, begal. Warga takut beraktivitas, terutama pada malam dan dini hari,” ujar Kenneth.

Sejumlah insiden kekerasan dilaporkan terjadi belakangan ini, termasuk pembegalan terhadap seorang pelajar di depan Stasiun Grogol pada Kamis (7/5/2026) malam. Korban kehilangan sepeda motor serta barang berharga setelah dipepet pelaku dan mengalami penganiayaan hingga harus menjalani perawatan medis.

Kasus serupa juga melanda warga di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, di mana seorang korban dibacok hingga terjatuh ke selokan. Selain begal, aksi penjambretan kalung emas dilaporkan terjadi di kawasan Mangga Besar 4 M, Taman Sari, yang memperpanjang daftar kriminalitas di wilayah tersebut.

“Kalau masyarakat sudah takut pulang malam, takut naik motor sendiri, takut berjalan di lingkungan tempat tinggalnya, berarti ada yang salah dengan sistem pengawasan kita,” ujar Kenneth.

Rangkaian kejadian tersebut dipandang sebagai bukti perlunya pengawasan wilayah yang lebih komprehensif melalui infrastruktur keamanan yang memadai. Pemkot Jakarta Barat diminta lebih responsif dan mengurangi fokus pada kegiatan seremonial demi menjamin rasa aman warga dalam beraktivitas sehari-hari.

Artikel terkait

Rekomendasi