Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyelenggarakan edukasi keselamatan lalu lintas bagi 2.000 pelajar SMP dan SMA di Ecovention Hall, Ancol, Jakarta Utara pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini diambil menyusul tingginya keterlibatan kelompok usia remaja dalam insiden kecelakaan di jalanan ibu kota.
Kegiatan bertajuk Jakarta Road Safety Festival 2026 tersebut bertujuan membangun kesadaran berkendara yang aman serta memperkenalkan sistem transportasi terintegrasi. Dilansir dari Megapolitan, data Jasa Raharja menunjukkan rata-rata lebih dari 14 orang setiap harinya menerima santunan akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.
Suharini menekankan bahwa faktor mental memegang peranan krusial dalam keamanan di jalan raya selain kemampuan teknis membawa kendaraan.
"Berkendara bukan soal siapa yang lebih cepat, tetapi soal keselamatan," ujar Suharini.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memanfaatkan momentum ini untuk menargetkan peningkatan penggunaan transportasi publik dari angka 22 persen menjadi di atas 40 persen. Pelajar diharapkan menjadi agen perubahan dalam budaya bermobilitas di Jakarta.
"Setiap hari Rabu, ASN diwajibkan menggunakan transportasi umum. Kami berharap pelajar yang sudah mendapatkan fasilitas transportasi gratis juga ikut membudayakan penggunaan transportasi publik," kata Suharini.
Plh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menjelaskan bahwa pembentukan karakter tertib berlalu lintas harus dimulai sejak masa sekolah agar menjadi kebiasaan permanen.
"Kami memfokuskan edukasi kepada pelajar agar mereka memiliki pemahaman yang kuat sejak di bangku sekolah," ujar Ujang Harmawan, Plh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Selama acara berlangsung, peserta diberikan paparan mengenai etika jalan raya serta mengunjungi pameran dari berbagai instansi seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, dan Dirlantas. Ujang berharap inisiatif ini efektif mengurangi fatalitas kecelakaan pada usia produktif.
Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengungkapkan bahwa mayoritas korban kecelakaan di Indonesia berasal dari rentang usia produktif antara 11 hingga 55 tahun.
"Kelompok usia 11 hingga 55 tahun mendominasi korban, atau lebih dari 70 persen," kata Djoko Setijowarno, Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).
Data Korlantas Polri mencatat fatalitas kecelakaan nasional melampaui 100 jiwa per hari, dengan 75 persen di antaranya melibatkan sepeda motor. Djoko menambahkan bahwa proporsi pelajar dan mahasiswa dalam angka tersebut cukup signifikan.
| Kategori | Statistik / Persentase |
|---|---|
| Fatalitas Harian Nasional | >100 Orang per Hari |
| Keterlibatan Sepeda Motor | 75 Persen |
| Korban Usia Produktif (11-55 tahun) | >70 Persen |
| Proporsi Pelajar & Mahasiswa | 25 - 40 Persen |
| Faktor Kelalaian Manusia | 61 Persen |