Aktivitas ekonomi China mengalami perlambatan pada April 2026 setelah pertumbuhan konsumsi, output industri, dan investasi domestik bergerak di bawah ekspektasi pasar akibat dampak rembetan perang Iran. Performa lesu ini memicu tekanan baru pada momentum pemulihan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut, sebagaimana dilansir dari Money.
Data dari Biro Statistik Nasional China yang keluar pada Senin (17/5/2026) menunjukkan sektor penjualan ritel hanya tumbuh sebesar 0,2 persen secara tahunan sepanjang April 2026. Capaian ini melambat tajam dari pertumbuhan Maret sebesar 1,7 persen sekaligus menjadi pergerakan ritel terlemah sejak pelonggaran pembatasan Covid-19 pada Desember 2022.
Sektor produksi industri juga ikut tertahan dengan mencatatkan pertumbuhan 4,1 persen, berada di bawah target pasar sebesar 5,9 persen. Sementara itu, investasi aset tetap perkotaan pada empat bulan pertama tahun 2026 terkontraksi 1,6 persen yang utamanya disebabkan oleh kejatuhan investasi properti sebesar 13,7 persen.
Krisis pada sektor real estat ini menuntut perhatian besar dari para pengamat pasar global karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat.
"Investasi properti di China kini hampir terpangkas setengah dibandingkan puncaknya pada 2021," kata Analis Center for China Analysis, Lizzi Lee.
Pelemahan ini memicu pemutusan hubungan kerja masif di sektor konstruksi, sementara penurunan harga rumah baru terpantau masih terus berlanjut pada April 2026.
Di sisi lain, sektor ekspor justru melonjak 14,1 persen pada April 2026 akibat aksi penimbunan barang oleh pembeli asing yang khawatir akan lonjakan biaya produksi pascaperang Iran.
"Kinerja ekspor membantu meredam tekanan ekonomi meski belum mampu sepenuhnya mengompensasi lemahnya konsumsi dalam negeri," kata Kepala Ekonom Pinpoint Asset Management, Zhiwei Zhang.
Zhiwei Zhang memperkirakan otoritas moneter di Beijing masih akan menahan diri dari peluncuran stimulus makro yang agresif dalam waktu dekat.
"Beijing kemungkinan baru akan mengevaluasi ulang arah kebijakan ekonominya pada Juli mendatang setelah data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua dirilis," ujar Zhiwei Zhang.
Meskipun perdagangan domestik melemah, hubungan dagang bilateral antara China dan Amerika Serikat menunjukkan perkembangan baru pascapertemuan tingkat tinggi antarpemimpin negara.
Pemerintah AS menyatakan China sepakat membeli produk pertanian Amerika senilai minimal 17 miliar dollar AS serta memesan 200 pesawat Boeing, di samping pembentukan Dewan Perdagangan dan Investasi AS-China.
Dari sektor energi domestik, gangguan rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah berimbas langsung pada aktivitas pengolahan komoditas mentah di dalam negeri.
"Volume pengolahan minyak mentah di China turun untuk bulan kedua berturut-turut pada April, merosot 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata juru bicara biro statistik China, Fu Linghui.
Penurunan pengolahan minyak ini tercatat sebagai yang paling dalam sejak Agustus 2024, kendati produksi minyak mentah domestik tetap tumbuh sebesar 1,2 persen.
Melonjaknya harga komoditas akibat perang juga telah mendorong laju inflasi produsen ke tingkat tertinggi dalam tiga tahun terakhir setelah sempat terjebak dalam fase deflasi berkepanjangan.
Sektor jasa pariwisata, budaya, dan hiburan menjadi segmen yang masih tumbuh positif dengan kenaikan penjualan jasa ritel sebesar 5,6 persen selama empat bulan pertama tahun ini.
Fu menegaskan pemerintah masih perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan permintaan domestik dan mendorong perusahaan memperbaiki produk serta layanan guna menarik konsumen.