Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I/2026, sebuah capaian yang melampaui ekspektasi berbagai lembaga internasional. Angka ini dilaporkan menjadi pertumbuhan tertinggi sejak kuartal I/2013 yang dipicu oleh akselerasi belanja negara pada Selasa (5/5/2026).
Dilansir dari Ekonomi, Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku menyentuh Rp6.187,2 triliun, sementara atas dasar harga konstan berada di angka Rp3.447,7 triliun. Meski tumbuh secara tahunan, kinerja ekonomi mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen jika dibandingkan dengan kuartal IV/2025.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memberikan rincian data perbandingan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun melalui konferensi pers di Jakarta.
| Tahun | Pertumbuhan (% yoy) |
|---|---|
| 2026 | 5,61 |
| 2025 | 4,87 |
| 2024 | 5,11 |
| 2023 | 5,03 |
| 2022 | 5,04 |
| 2021 | (0,7) |
| 2020 | 2,97 |
| 2019 | 5,07 |
| 2018 | 5,06 |
| 2017 | 5,01 |
| 2016 | 4,92 |
| 2015 | 4,72 |
| 2014 | 5,14 |
| 2013 | 6,02 |
"Kalau kita lihat triwulan satu ini tentunya yang relatif paling tinggi dibandingkan dengan sebelumnya," terang Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.
Sektor akomodasi dan makan minum mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 13,14 persen, didorong oleh momen libur nasional serta perluasan program Makan Bergizi Gratis. Berikut adalah data distribusi dan pertumbuhan menurut lapangan usaha:
| Lapangan Usaha | Distribusi (%) | Pertumbuhan (% yoy) |
|---|---|---|
| Industri pengolahan | 19,07 | 5,04 |
| Perdagangan | 13,28 | 6,26 |
| Pertanian | 12,67 | 4,97 |
| Konstruksi | 9,81 | 5,49 |
| Pertambangan | 8,69 | (2,14) |
| Transportasi dan pergudangan | 6,11 | (8,04) |
| Infokom | 4,42 | 7,14 |
| Jasa Keuangan | 4,20 | 4,68 |
| Administrasi pemerintahan | 3,37 | 6,45 |
| Akomodasi dan makan minum | 2,79 | 13,14 |
| Jasa Pendidikan | 2,76 | 5,18 |
| Real estat | 2,26 | 3,54 |
| Jasa lainnya | 2,20 | 9,91 |
| Jasa Perusahaan | 1,97 | 4,91 |
| Jasa Kesehatan | 1,24 | 7,62 |
| Pengadaan Listrik dan gas | 0,95 | (0,99) |
| Pengadaan air | 0,06 | 0,42 |
"Di mana hal ini didorong oleh peningkatan penyediaan makanan dan minuman pada momen libur nasional dan perluasan cakupan Makan Bergizi Gratis," ucap Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.
Sektor konstruksi juga menguat berkat pembangunan ribuan unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan infrastruktur fisik lainnya yang dibiayai belanja modal pemerintah.
"Konstruksi tumbuh menguat 5,49% sejalan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur fisik yang didorong oleh meningkatnya realisasi anggaran belanja modal pemerintah untuk sektor konstruksi, meningkatnya aktivitas konstruksi oleh swasta, salah satunya karena bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG dan juga Koperasi Desa Merah Putih," ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.
Pada sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah melonjak tajam hingga 21,81 persen, yang merupakan rekor tertinggi sejak tahun 2010. Investasi fisik melalui Proyek Strategis Nasional seperti MRT Jakarta turut memperkuat komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto.
"Dalam triwulan I/2026 ini juga kami mencermati adanya pembangunan fisik SPPG yang cukup masif dan tentunya pembangunan fisik dan infrastruktur konektivitas ini menjadi bagian dari kontribusi terhadap PMTB," pungkas Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa realisasi belanja APBN hingga Maret 2026 mencapai Rp815 triliun, tumbuh 31,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Ini di atas rata-rata historis dan tentu ini didorong oleh beberapa program belanja kementerian/lembaga termasuk MBG sampai dengan Maret Rp51 triliun. Kemudian stimulasi daripada diskon tarif. THR dan untuk ASN realisasi sebesar Rp51,65 triliun serta dari pihak swasta maupun ojol," jelas Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Pemerintah berencana menjaga momentum ini dengan mengoptimalkan kebijakan fiskal sebagai penahan gejolak global demi mencapai target pertumbuhan tahunan 5,4 persen.
"Kebijakan fiskal akan dioptimalkan untuk menjaga momentum pencapaian target pertumbuhan di 2026 sebesar 5,4% dan menjadi buffer terhadap gejolak ekonomi global," tutur Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Belanja strategis pada kuartal kedua akan mencakup gaji ke-13 ASN senilai Rp55 triliun, subsidi energi Rp356,8 triliun, hingga program 3 Juta Rumah melalui skema FLPP sebesar Rp37,1 triliun.
"Akselerasi program EBT ini diharapkan bisa melakukan penghematan terhadap pembelian solar sebesar Rp48 triliun," lanjut Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Ekonom Faisal Rachman memprediksi ekonomi domestik akan tetap tangguh meski terdapat risiko kenaikan harga minyak dunia yang dapat mempersempit ruang fiskal dan moneter.
"Pertumbuhan kemungkinan besar akan tetap didorong oleh kebijakan fiskal, serupa dengan pola yang diamati pada semester II/2025, dengan langkah-langkah fiskal memainkan peran penting dalam mendukung konsumsi rumah tangga dan aktivitas investasi," jelas Faisal Rachman, Head Macroeconomic and Financial Market Research PT Bank Permata Tbk.
Faisal memproyeksikan PDB Indonesia berada pada kisaran 5,1 persen hingga 5,3 persen untuk keseluruhan tahun 2026.
"Secara keseluruhan, kami memproyeksikan pertumbuhan PDB Indonesia akan tetap tangguh di kisaran 5,1% sampai 5,3% pada 2026," papar Faisal Rachman, Head Macroeconomic and Financial Market Research PT Bank Permata Tbk.
Samuel Sekuritas Indonesia mengingatkan perlunya koordinasi kebijakan dengan Bank Indonesia dalam mengelola nilai tukar untuk menjaga stabilitas makro di tengah volatilitas pasar keuangan global.
"Pada konteks ini, mempertahankan stabilitas makro, khususnya manajemen nilai tukar dan koordinasi kebijakan yang terukur dengan BIa kan sangat penting dalam mempertahankan pertumbuhan sekaligus menjaga kepercayaan investor," dikutip dari kajian Samuel Sekuritas Indonesia.