Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan pertama 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Capaian tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang berada di angka 4,87 persen.

Dilansir dari Suara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa data pertumbuhan ini menjadi bukti ketangguhan ekonomi nasional di tengah ancaman resesi global. Pemerintah menilai indikator tersebut sekaligus mematahkan berbagai prediksi negatif mengenai kondisi keuangan dalam negeri.

"Pada kecele, salah prediksi. Boro-boro resesi, malah naik. Apalagi krisis," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Bendahara Negara tersebut menjelaskan bahwa siklus ekonomi umumnya dimulai dari pertumbuhan, kemudian melambat, hingga akhirnya masuk ke tahap resesi. Ia menambahkan bahwa krisis hanya akan terjadi jika resesi berlangsung terlalu dalam, sedangkan kondisi Indonesia saat ini justru menunjukkan tren penguatan.

"Padahal mereka nggak pernah lihat data ekonominya 97-98. Jadi data ini, pertumbuhan ekonomi triwulan pertama ini menunjukkan bahwa reformasi ekonomi yang dilakukan sudah memberikan dampak kepada perekonomian. Dan kita sepertinya akan terus mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," pungkas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan bahwa posisi ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku menyentuh Rp6.187,2 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.447,7 triliun.

"Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan satu 2026 atas dasar harga berlaku sebesar 6.187,2 triliun rupiah, atas dasar harga konstan 3.447,7 triliun rupiah, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan satu 2026 bila dibandingkan triwulan satu 2025 atau secara year on year tumbuh 5,61 persen," jelas Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Meskipun menunjukkan kinerja tahunan yang kuat, ekonomi Indonesia tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen jika dibandingkan dengan triwulan IV 2025. BPS menyebutkan bahwa penurunan kuartalan ini merupakan fenomena musiman yang rutin terjadi setiap awal tahun.

"Secara triwulanan, ekonomi Indonesia triwulan satu 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen," ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Artikel terkait

Rekomendasi