Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak lebih dari 1 persen ke level 7.065,01 pada Selasa (5/5/2026) siang setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan.
Data Refinitiv menunjukkan sektor finansial menjadi penggerak utama penguatan indeks melalui kenaikan signifikan saham sejumlah emiten perbankan besar. Kondisi ini menandai pembalikan arah setelah IHSG sempat melemah 0,7 persen ke level 6.921,61 pada sesi perdagangan pagi hari yang sama.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin penguatan dengan kenaikan 3,95 persen, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 2,97 persen. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) masing-masing mencatatkan pertumbuhan 2,7 persen dan 2,61 persen.
Selain sektor perbankan, emiten milik Prajogo Pangestu juga memberikan kontribusi besar terhadap laju indeks. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 14,36 persen, sedangkan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami kenaikan sebesar 10,84 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi kali ini melampaui realisasi periode kuartal IV-2026 sebesar 5,39 persen maupun kuartal I-2025 yang tercatat 4,87 persen.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% pada kuartal I-2026," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Meskipun pasar modal menguat, nilai tukar rupiah terpantau masih berada di bawah tekanan dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Refinitiv pukul 09.07 WIB, rupiah melemah 0,22 persen ke posisi Rp17.403/US$ dari level pembukaan Rp17.380/US$.
Sentimen global turut membayangi pasar menyusul meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras setelah serangan drone Iran terhadap Uni Emirat Arab serta insiden penembakan kapal kargo Korea Selatan.
"Mungkin sudah saatnya Korea Selatan ikut bergabung dalam misi ini!" tulisnya.
Dalam sebuah wawancara televisi pada Senin, Trump kembali menegaskan sikap konfrontatifnya terhadap ancaman Iran di jalur pelayaran internasional tersebut.
"dihapus dari muka bumi" jika menargetkan kapal AS yang melindungi kapal dagang yang melintas di selat tersebut, kata Presiden Donald Trump, dalam wawancara dengan Fox News pada Senin.
Situasi geopolitik ini sebelumnya telah menyebabkan indeks pasar saham global ditutup melemah tajam pada hari Senin, berbarengan dengan kenaikan harga minyak dunia.