Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen pada Triwulan I-2026

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen pada Triwulan I-2026

Perekonomian DKI Jakarta mencatatkan pertumbuhan kuat sebesar 5,59 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan I-2026 dan menyumbang 16,67 persen terhadap ekonomi nasional. Capaian tersebut mengukuhkan posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi terbesar di Indonesia sebagaimana dilansir dari Megapolitan pada Rabu (6/5/2026).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini beriringan dengan laju ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen (yoy). Sektor permintaan domestik dan investasi menjadi penopang utama kinerja positif tersebut.

"Pada triwulan I-2026, perekonomian Jakarta tetap tumbuh kuat sebesar 5,59 persen (yoy), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,61 persen (yoy)," kata Iwan Setiawan, Kepala KPw BI DKI Jakarta.

Sektor perdagangan, informasi dan komunikasi, serta akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha utama yang mendorong tren positif. Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan dari 5,51 persen pada triwulan sebelumnya menjadi 5,72 persen.

"Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,72 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 5,51 persen (yoy)," ujar Iwan Setiawan.

Kenaikan konsumsi dipicu oleh momentum hari besar keagamaan nasional seperti Ramadhan, Idul Fitri, Imlek, dan Nyepi. Faktor pendukung lainnya meliputi peningkatan Upah Minimum Provinsi (UMP), pemberian tunjangan hari raya, serta berbagai insentif dari pemerintah.

Di sektor investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 4,71 persen (yoy) berkat proyek strategis yang terus berjalan. Namun, konsumsi pemerintah mengalami perlambatan pertumbuhan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

"Konsumsi pemerintah tetap tumbuh positif sebesar 4,22 persen (yoy), meskipun tidak sekuat triwulan sebelumnya (8,60 persen yoy), seiring masih terbatasnya realisasi belanja daerah pada awal tahun," tutur Iwan Setiawan.

Kinerja eksternal menunjukkan performa impresif dengan pertumbuhan ekspor barang dan jasa mencapai 8,98 persen (yoy). Sementara itu, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum melonjak tajam ke angka 10,84 persen dari sebelumnya 8,40 persen.

Sektor informasi dan komunikasi juga tetap stabil pada angka 6,33 persen (yoy), didorong oleh tingginya aktivitas layanan digital dan transaksi berbasis aplikasi di pusat bisnis. Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pertumbuhan wilayah.

"Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga stabilitas serta menjaga akselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak perekonomian global," ujar Iwan Setiawan.

Artikel terkait

Rekomendasi