Sektor ekonomi kreatif Indonesia berhasil menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja pada tahun 2025 berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir dari Suara pada Kamis (7/5/2026). CapCut turut merespons pertumbuhan ini dengan menggelar CapCut Gala 2026 sebagai bentuk apresiasi bagi para kreator lokal.
Jumlah serapan tenaga kerja tersebut setara dengan 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional, mengalami kenaikan dari posisi tahun 2024 yang berjumlah 26,48 juta orang. Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tercatat mencapai Rp1.611,2 triliun atau sebesar 7,28 persen.
Kementerian Ekonomi Kreatif mengidentifikasi 17 subsektor dalam industri ini, termasuk film, animasi, video, aplikasi, dan konten digital. Pertumbuhan subsektor tersebut didorong oleh peningkatan peran platform digital yang memfasilitasi kreator melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas karya.
Sebagai bentuk penghargaan, CapCut Gala 2026 memberikan apresiasi kepada 21 pemenang dari berbagai kategori yang mencakup kreator, agensi, dan konten. Acara puncak ini merupakan hasil dari kompetisi digital yang telah berlangsung sejak Februari hingga April 2026.
Kesi Ismayani, pemenang penghargaan "Top Creator CapCut 2026", menceritakan perjalanannya mengembangkan konten bergaya sinematik selama dua tahun terakhir di platform tersebut.
"Selama dua tahun terakhir, saya aktif merilis berbagai templat video CapCut dengan konten bergaya sinematik dan kutipan (quotes). Ternyata templat saya sangat populer dan banyak digunakan oleh pengguna CapCut. Hal ini mendorong saya yang awalnya berprofesi sebagai karyawan untuk memberanikan diri menjadi kreator CapCut penuh waktu," katanya, dikutip Kamis (7/5/2026).
Pencapaian serupa juga dirasakan oleh kreator daerah yang mampu menembus pasar internasional berkat kemudahan akses teknologi digital. Abu Laist, yang meraih penghargaan "Best Template Production CapCut Gala 2026", fokus pada pembuatan templat bertema Ramadan.
"Meskipun saya berdomisili di Lampung, CapCut membantu saya berkarya dengan mudah tanpa batasan lokasi, dan bahkan karya templat saya bisa digunakan oleh kreator lainnya di Asia Tenggara," ungkapnya.
Pemanfaatan fitur penyuntingan lengkap mulai dari transisi, filter, hingga fitur utilitas berbasis AI seperti text-to-image menjadi faktor pendukung utama produktivitas para kreator. Ekosistem digital ini memungkinkan pengguna menghasilkan video berkualitas tinggi secara instan untuk memperkaya konten kreatif nasional.