Ekspor Indonesia Maret 2026 Turun Dipicu Sektor Pertanian

Ekspor Indonesia Maret 2026 Turun Dipicu Sektor Pertanian

Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (4/5/2026) melaporkan pelemahan kinerja ekspor Indonesia pada Maret 2026 yang turun sebesar 3,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan nilai ekspor menjadi US$22,53 miliar ini menunjukkan kelesuan perdagangan internasional yang cukup signifikan, dilansir dari Suara.

Sektor nonmigas mencatatkan penurunan sebesar 2,52 persen, sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami tekanan paling berat. Selama periode Januari–Maret 2026, ekspor di sektor pertanian anjlok hingga 32,18 persen yang disebabkan oleh berkurangnya volume pengiriman komoditas kopi ke mancanegara.

Selain pertanian, sektor pertambangan turut membukukan performa negatif dengan penurunan sebesar 11,17 persen. Kondisi tersebut terjadi seiring dengan menyusutnya permintaan komoditas batubara di pasar global selama kuartal pertama tahun ini.

Data BPS menunjukkan neraca perdagangan Indonesia secara akumulatif memang masih surplus sebesar US$5,55 miliar. Namun, ketahanan surplus tersebut terancam oleh bengkaknya defisit pada sektor migas yang mencapai angka US$5,08 miliar.

Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri meningkat setelah nilai impor pada kuartal pertama 2026 melonjak 10,05 persen menjadi US$61,30 miliar. Kenaikan ini didorong oleh impor barang modal yang tumbuh 24,02 persen dan bahan baku yang naik 6,89 persen.

Tiongkok memperkuat posisinya sebagai mitra dagang utama dengan memasok barang impor senilai US$22,02 miliar. Dominasi tersebut mencakup 41,56 persen dari total keseluruhan impor nonmigas Indonesia, yang sekaligus menunjukkan tingginya ketergantungan industri domestik terhadap pasokan dari negara tersebut.

"keropos" sebut Suara dalam laporannya mengenai kondisi surplus perdagangan yang saat ini sedang tergerus oleh defisit sektor migas.

Artikel terkait

Rekomendasi