Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 23.519 jemaah dan petugas ke Tanah Suci hingga Jumat (8/5/2026). Jumlah tersebut mencakup 53 persen dari total kuota keberangkatan tahun ini yang mencapai 44.080 orang.
Data operasional hingga hari ke-18 menunjukkan seluruh kloter yang telah diterbangkan mencapai tingkat ketepatan waktu penerbangan (OTP) sebesar 100 persen. Dilansir dari Cahaya, sebanyak 61 kloter dilaporkan tiba di Arab Saudi sesuai jadwal tanpa mengalami keterlambatan.
Di tengah proses pemberangkatan, dilaporkan terdapat tiga orang jemaah haji asal Jawa Timur yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah. Para jemaah tersebut adalah Kamariyah Dul Tayib dari Kloter 8, Abdul Wachid dari Kloter 7 asal Kabupaten Pasuruan, serta Fajar Puja Sasmita dari Kloter 11 asal Kota Malang.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah tersebut di Asrama Haji Surabaya.
"Kami turut berduka cita atas wafatnya jemaah haji asal Embarkasi Surabaya di Tanah Suci," kata Mohammad As’adul Anam, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya.
Pihak penyelenggara mendoakan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan oleh para jemaah yang wafat saat bertugas atau beribadah.
"Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tambahnya.
Selain laporan kematian, As’adul mencatat adanya kendala kesehatan pada sejumlah jemaah lainnya. Terdapat lima jemaah haji yang mengalami sakit serta dua orang pendamping yang terpaksa menunda keberangkatan mereka ke Arab Saudi.
Para jemaah yang tertunda keberangkatannya saat ini sedang menjalani proses pemulihan kesehatan. Mereka dijadwalkan akan diberangkatkan dengan mengisi kursi kosong pada kloter-kloter berikutnya setelah kondisi dinyatakan laik terbang.
"Alhamdulillah, hingga hari ke-18 operasional pemberangkatan berjalan lancar dan seluruh kloter yang telah diterbangkan dapat berangkat tepat waktu. Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan untuk menjaga kualitas layanan kepada jemaah," tutup Mohammad As’adul Anam.