Emiten Besar Indonesia Terancam Keluar dari Indeks Global MSCI

Emiten Besar Indonesia Terancam Keluar dari Indeks Global MSCI

Sejumlah saham emiten berkapitalisasi pasar besar asal Indonesia menghadapi risiko penghapusan dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam pengumuman rebalancing pada Selasa (12/5/2026) waktu New York. Evaluasi ini dilakukan di tengah penerapan kebijakan khusus terhadap emiten dengan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi.

Risiko penghapusan tersebut menyasar emiten yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC). Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengidentifikasi PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebagai dua perusahaan utama yang terdampak isu konsentrasi kepemilikan tersebut.

"Saham BREN dan DSSA berpotensi dikeluarkan dari indeks MSCI paling cepat pada rebalancing Mei 2026," ujar Nafan, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Selain faktor konsentrasi kepemilikan, Nafan menjelaskan bahwa beberapa emiten lain terancam didepak karena penurunan koefisien Foreign Inclusion Factor (FIF). Berdasarkan data kepemilikan di atas 1 persen pada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), saham yang terdampak meliputi AMMN, CUAN, dan CPIN.

"Saham-saham yang berpotensi dikeluarkan dari indeks MSCI akibat rendahnya FIF berdasarkan keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen versi KSEI, AMMN, CUAN, dan CPIN," paparnya.

Analisis lebih lanjut terhadap tinjauan indeks bulan Mei ini juga menunjukkan adanya potensi pergeseran posisi bagi emiten sektor ritel dan teknologi. Nafan memproyeksikan saham GOTO akan dihapus, sementara AMRT kemungkinan besar akan mengalami penurunan kelas indeks.

"May-26 rebalancing preview is expected on BREN, DSSA, AMRT & GOTO removals. Especially AMRT diprediksikan akan dipindahkan dari Global Standard Index ke Small Cap Index," tukas Nafan.

Dari perspektif pergerakan pasar, Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, mencatat bahwa sentimen rebalancing ini telah memengaruhi dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia menyoroti penurunan kapitalisasi pasar yang signifikan pada beberapa emiten sejak awal tahun sebagai alasan tambahan penghapusan.

"Selain itu ada saham yang berpotensi keluar juga yaitu AMMN dan CUAN, ini menyangkut dari sisi market Cap mereka yang turun masing masing 36 persen dan 55 persen secara Ytd," ungkap Azharys Hardian, Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI).

Azharys menekankan bahwa investor saat ini tengah mencermati hasil evaluasi tersebut karena dampaknya yang besar terhadap arus modal asing di pasar modal domestik. Keputusan MSCI akan menentukan arah aliran dana pasif dalam jangka pendek.

"Sehingga market mengantisipasi pengumuman evaluasi karena cukup penting terhadap foreign flow," lanjut Azharys.

Artikel terkait

Rekomendasi