Sejumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap mendistribusikan keuntungan kepada para investornya pada bulan ini. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi BEI yang dikutip dari Detik Finance, ada lima emiten yang dijadwalkan membagikan dividen bernilai besar dalam waktu dekat.
Dividen sendiri merupakan bagian dari keuntungan perusahaan yang dialokasikan bagi para pemegang saham. Nominal dividen ini ditetapkan oleh manajemen perseroan dan wajib mendapatkan persetujuan terlebih dahulu melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Bagi investor yang ingin mendapatkan hak atas keuntungan tersebut, tanggal cum date atau batas akhir pembelian saham berdividen akan berakhir dalam waktu dekat.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi salah satu emiten yang mengumumkan pembagian keuntungan dalam jumlah besar. Perusahaan yang dimiliki oleh Garibaldi (Boy) Thohir ini mengalokasikan total dividen tunai mencapai US$ 200 juta atau berkisar Rp 3,5 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.926.
Manajemen AADI menetapkan tanggal cum date pada 4 Juni, disusul ex date satu hari setelahnya. Proses recording data investor akan dilakukan pada 8 Juni, sementara pengiriman dana dividen dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni mendatang.
Emiten berikutnya adalah PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) yang merupakan anak usaha dari PT Pertamina (Persero). Perusahaan ini bakal menyalurkan total dividen senilai US$ 172.291.839 atau setara dengan Rp 3,08 triliun.
Jadwal pembagian keuntungan untuk PGAS memiliki kemiripan, di mana cum date jatuh pada 4 Juni dan ex date pada 5 Juni. Proses pencatatan data pemegang saham diagendakan pada 8 Juni, sedangkan pembayaran dividen akan ditransfer pada 24 Juni mendatang.
Selanjutnya, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) juga masuk dalam daftar korporasi yang membagikan dana keuntungan dalam jumlah besar. Emiten yang berada di bawah naungan Theodore Permadi (TP) Rachmat ini bersiap menggelontorkan total dividen sebesar Rp 1,80 triliun.
Sektor industri semen juga turut meramaikan momentum ini melalui PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Produsen semen nasional tersebut merencanakan pembagian total dividen dengan nilai mencapai Rp 1,53 triliun.
Batas akhir pembelian saham INTP yang berhak menerima dividen atau cum date ditetapkan pada 3 Juni, dengan tanggal ex date pada 4 Juni. Tahapan pembukuan pemilik saham dilakukan pada 5 Juni, dan proses realisasi pembayaran dilaksanakan pada 19 Juni mendatang.
Terakhir, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang bergerak di sektor farmasi ikut menjadwalkan pembagian dividen berukuran besar. Keuntungan yang dibagikan ini berasal dari perolehan laba bersih tahun buku 2025 dengan total nilai Rp 936,26 miar.