Enam Daerah Jawa Timur Siaga Kekeringan Akibat Kemarau Panjang

Enam Daerah Jawa Timur Siaga Kekeringan Akibat Kemarau Panjang

Sebanyak enam kabupaten di Jawa Timur menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan menyusul dampak musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi berlangsung lebih kering dan panjang sejak April hingga puncaknya pada Agustus mendatang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Provinsi Jawa Timur mencatat wilayah yang berstatus siaga meliputi Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Lamongan, Lumajang, dan Blitar, dengan wilayah Bondowoso menjadi daerah pertama yang mengajukan bantuan pasokan air bersih.

Krisis air bersih di Kabupaten Bondowoso saat ini mengancam 7.136 jiwa atau 1.784 kepala keluarga yang tersebar di 20 dusun, 13 desa, dan 9 kecamatan, sehingga pemerintah setempat harus menyalurkan air menggunakan armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter sejak pekan lalu.

Terbatasnya anggaran bahan bakar minyak solar nonsubsidi yang melonjak signifikan membuat Pemkab Bondowoso mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov Jatim karena dana daerah hanya mampu membiayai sekitar 40 kali pengiriman.

Guna mengatasi keterbatasan ini, BPBD Bondowoso turut menggandeng instansi lokal seperti Palang Merah Indonesia, PDAM, dan Badan Amil Zakat Nasional setempat.

"Kami telah mengusulkan permohonan bantuan pengiriman air bersih ke Pemprov Jatim, karena anggaran kami hanya cukup untuk 40 kali pengiriman atau sekitar satu bulan lebih," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso Kristianto Putro Prasojo di Bondowoso, Selasa.

Kenaikan harga bahan bakar solar menjadi kendala utama dalam mengoptimalkan armada distribusi air ke area terdampak.

"Harga BBM solar nonsubsidi kan naik, sehingga anggaran untuk pengiriman air bersih ke desa terdampak hanya cukup untuk 40 kali pengiriman," kata Kristianto.

Merespons pengajuan tersebut, BPBD Provinsi Jawa Timur segera mengirimkan bantuan distribusi air bersih ke kawasan terdampak di Kecamatan Botolinggo.

"Dari enam daerah tersebut, penanganan darurat berupa distribusi air bersih sudah dilakukan di Kabupaten Bondowoso," kata Kepala BPBD Jatim Gatot Subroto di Surabaya, Selasa, 19 Mei 2026.

Pasokan awal sebesar 10.000 liter dikirimkan khusus untuk memenuhi kebutuhan hidup harian ratusan kepala keluarga di Desa Klekean.

“Droping air bersih dilakukan sebanyak 10.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 140 kepala keluarga,” ujar Gatot.

Selain menyalurkan logistik air, Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi perluasan wilayah terdampak kemarau.

“BPBD juga meminta daerah meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat langkah penanganan apabila wilayah terdampak kekeringan terus bertambah,” kata Gatot.

Di sisi lain, BPBD Jawa Timur membuka peluang untuk menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca demi menurunkan hujan di wilayah pertanian produktif serta waduk-waduk yang mulai mengering.

"Harus melihat dulu bagaimana awannya. Kalau memungkinkan, maka dilakukan OMC dengan menabur garam," jelas Gatot.

Pelaksanaan hujan buatan ini sepenuhnya harus didasarkan pada analisis teknis dari pihak berwenang.

"Namun sekali lagi kami harus menunggu rekomendasi dari BMKG untuk OMC selama musim kemarau ini," tandas Gatot.

Badan Meteorologi, Climatalogi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda menyatakan kesiapan mendukung operasi tersebut asalkan parameter alamiah terpenuhi.

"Bisa dilakukan OMC asal adanya pertumbuhan awan," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I BMKG Juanda Taufiq Hermawan.

Taufiq menambahkan bahwa arah dan kecepatan pergerakan angin juga memegang peranan krusial agar curah hujan buatan bisa jatuh tepat sasaran.

"Kemudian faktor cuaca dan angin serta faktor-faktor pendukung lainnya," jelas Taufiq.

Artikel terkait

Rekomendasi