Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan penghapusan enam emiten besar Indonesia dari MSCI Global Standard Index pada Rabu, 13 Mei 2026. Penyesuaian portofolio institusi global ini menyebabkan IHSG melemah 1,81 persen ke level 6.734 pada penutupan sesi I hari yang sama.
Daftar emiten yang keluar dari kategori Standard Index meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Meski keluar dari indeks standar, AMRT justru masuk ke dalam MSCI Global Small Cap Index.
Praktisi Pasar Modal Hans Kwee menjelaskan bahwa langkah evaluasi ini merupakan hal teknikal yang umum terjadi dan telah diprediksi oleh para pengelola dana. Menurutnya, fundamental perusahaan-perusahaan tersebut tidak serta-merta mengalami penurunan akibat keputusan ini.
"Penghapusan saham dari MSCI lebih terkait metodologi bobot, likuiditas, dan free float, bukan berarti fundamental perusahaan langsung memburuk," ujar Hans Kwee, Praktisi Pasar Modal.
Hans menambahkan bahwa penurunan harga saham saat ini justru menjadi kesempatan bagi investor untuk melakukan akumulasi pada saham-saham berkualitas. Ia menekankan agar pelaku pasar menghindari aksi jual karena panik di tengah volatilitas jangka pendek ini.
"Periode penyesuaian indeks sering kali menjadi momentum pembenahan pasar. Setelah koreksi teknikal, pasar yang lebih sehat biasanya memiliki fondasi pertumbuhan jangka panjang yang lebih kuat," kata Hans Kwee, Praktisi Pasar Modal.
Perubahan komposisi ini dijadwalkan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026. Analis memperkirakan bobot investasi Indonesia di MSCI Emerging Markets berpotensi menyusut dari 0,9 persen menjadi 0,8 persen yang dapat memicu arus keluar modal asing sementara.
| Kode | Emiten |
|---|---|
| AMMN | Amman Mineral Internasional |
| BREN | Barito Renewables Energy |
| TPIA | Chandra Asri Pacific |
| DSSA | Dian Swastatika Sentosa |
| CUAN | Petrindo Jaya Kreasi |
| AMRT | Sumber Alfaria Trijaya |
| Kode | Emiten |
|---|---|
| ANTM | Aneka Tambang |
| AALI | Astra Agro Lestari |
| BANK | Bank Aladin Syariah |
| BSDE | Bumi Serpong Damai |
| DSNG | Dharma Satya Nusantara |
| SIDO | Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul |
| MIDI | Midi Utama Indonesia |
| MIKA | Mitra Keluarga Karyasehat |
| MSIN | MNC Digital Entertainment |
| TKIM | Pabrik Kertas Tjiwi Kimia |
| APIC | Pacific Strategic Financial |
| SSMS | Sawit Sumbermas Sarana |
| TAPG | Triputra Agro Persada |
Data dari Bareksa menunjukkan bahwa selain perubahan di indeks standar, terdapat 13 saham yang didepak dari MSCI Small Cap Index. Sebaliknya, AMRT menjadi satu-satunya saham yang masuk ke dalam kategori Small Cap dalam tinjauan Mei 2026 ini.
Kredibilitas pasar modal Indonesia kini bergantung pada penguatan transparansi dan perlindungan investor untuk mempertahankan daya tarik di mata lembaga internasional. MSCI telah menjadwalkan tinjauan indeks berikutnya pada 12 Agustus 2026 mendatang.