Letusan dahsyat Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat, 8 Mei 2026, pukul 07.41 WIT mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Insiden yang terjadi saat peningkatan aktivitas vulkanik ini juga menyebabkan lima pendaki lainnya mengalami luka-luka di area kawah aktif.
Data dari tim evakuasi menunjukkan identitas korban jiwa terdiri dari dua warga negara Singapura dan satu warga asal Jayapura. Kelima korban luka saat ini masih berada dalam penanganan intensif oleh petugas gabungan di lapangan guna proses stabilisasi medis.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 10.000 meter di atas puncak atau sekitar 11.087 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dilaporkan mengarah ke wilayah sekitar disertai suara gemuruh yang kuat.
"Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m di atas puncak (± 11087 m di atas permukaan laut)," tulis PVMBG dalam keterangan resminya.
Catatan seismogram menunjukkan amplitudo maksimum sebesar 34 mm dengan durasi letusan mencapai 967,56 detik. Aktivitas magmatik eksplosif ini sebenarnya telah menunjukkan tren peningkatan sejak akhir Maret 2026 dengan rata-rata 95 kejadian erupsi setiap harinya.
Otoritas terkait menekankan bahwa zona bahaya berada dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman sekunder berupa aliran lahar yang berpotensi melintasi Sungai Mamuya, Sungai Mede, dan Tauni, terutama saat curah hujan tinggi di wilayah puncak.