Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan penguatan kolaborasi internasional dan transformasi teknologi dalam industri pertambangan pada pembukaan Indonesia-China Coal and Energy Conference and Expo (ICEE) 2026 di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Tri Winarno, menyatakan bahwa forum ini menjadi instrumen strategis untuk memperluas transfer teknologi serta membangun visi industri yang lebih efisien dan modern. Langkah ini diambil guna menghadapi dinamika energi global yang semakin kompleks, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
"Kami menyambut baik terselenggaranya Indonesia-China Coal and Energy Conference and Expo 2026 sebagai forum kolaboratif yang mampu memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Tiongkok di sektor energi dan pertambangan," ujar Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.
Pemerintah mencatat sektor batubara masih menjadi penopang utama ketahanan energi nasional dengan total sumber daya mencapai lebih dari 143 miliar ton. Selain menjamin pasokan listrik domestik, komoditas ini berkontribusi besar pada penerimaan negara dan penguatan neraca perdagangan melalui ekspor.
Tri Winarno mengingatkan bahwa industri kini dihadapkan pada tuntutan pengurangan emisi karbon dan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pemerintah merespons tantangan tersebut dengan mendorong penerapan Good Mining Practice yang mencakup perlindungan lingkungan serta tata kelola yang transparan.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi menjadi fokus utama pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja di area tambang. Inovasi teknologi seperti sistem pemantauan berbasis data dinilai krusial dalam memperkuat daya saing industri nasional di kancah global.
Hilirisasi batubara juga terus diperkuat sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah sumber daya alam. Salah satu prioritas nasional yang sedang dikembangkan adalah gasifikasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai langkah substitusi impor LPG.
Penyelenggaraan ICEE 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dengan area pameran mencapai 20.000 meter persegi atau naik 30 persen dari edisi sebelumnya. Sebanyak 150 perusahaan besar, termasuk entitas Fortune Global 500, turut serta menampilkan solusi integrasi energi baru dan operasional cerdas.
Konferensi ini diperkirakan dihadiri oleh 15.000 pengunjung profesional dan lebih dari 600 pembeli dari perusahaan produsen batubara utama. Skala kegiatan yang melibatkan seluruh rantai industri diharapkan mampu merealisasikan berbagai proyek strategis dan kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Tiongkok.