Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo tengah mengkaji ulang durasi pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan HR Rasuna Said untuk mengakomodasi kepentingan ibadah masyarakat setempat. Penyesuaian waktu ini rencananya mulai diberlakukan secara efektif pada 1 Juni 2026 mendatang.
Langkah evaluasi tersebut diambil pemerintah daerah sebagai respon atas aspirasi warga terkait jadwal kegiatan olahraga mingguan tersebut. Dilansir dari Detik Travel, penyesuaian dilakukan agar kegiatan publik tidak berbenturan dengan waktu pelaksanaan ibadah di sekitar kawasan Kuningan.
Pramono Anung menjelaskan bahwa terdapat masukan signifikan dari pengelola tempat ibadah di sepanjang jalur Rasuna Said. Menurutnya, masyarakat meminta agar aktivitas bebas kendaraan tersebut selesai lebih awal sebelum rangkaian ibadah yang umumnya dimulai pada pukul 10.00 WIB berlangsung.
“Antusiasme publiknya luar biasa. Hanya memang ada permintaan, terutama dari tempat-tempat di Rasuna Said yang ada, mohon maaf, ibadahnya. Maka, kami segera memutuskan CFD tetap dimulai pukul 05.30, tetapi selesainya pasti akan lebih cepat,” ujar Pramono, Gubernur DKI Jakarta.
Meski jam penutupan akan dimajukan, waktu dimulainya CFD dipastikan tetap pada pukul 05.30 WIB. Gubernur juga menekankan bahwa peninjauan serupa akan dilakukan pada jalur protokol Sudirman-Thamrin untuk menentukan durasi operasional yang paling ideal bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami akan mulai 5.30, selesai apakah jam 10 atau 9.30, nanti segera kami putuskan sebelum tanggal 1 Juni ini,” tambah Pramono.
Penetapan CFD permanen di Rasuna Said merupakan bagian dari upaya penataan kota setelah pembongkaran ratusan tiang monorel yang sempat terbengkalai selama bertahun-tahun. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan seluruh penataan kawasan ini rampung bersamaan dengan penetapan jadwal baru pada awal Juni nanti.